This query concerns only resources held in libraries.
32 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Perkembangan Islam di Pulau Ambalau: Kajian atas Data Arkeologi dan Tradisi Makam Islam Berundak

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(1), pp.25-34 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Perkembangan Islam di Pulau Ambalau: Kajian atas Data Arkeologi dan Tradisi Makam Islam Berundak
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Islam, Makam Kuno, Kepercayaan, Tradisi, Lokal
    Description: Abstrak Kajian terhadap perkembangan Islam salah satunya menyangkut apek karakteristik Islam dapat dilihat melalui lensa arkeologi berdasarkan temuan artefak maupun fitur. Dalam aspek budaya material tersebut, dapat memperlihatkan perkembangan nilai budaya yang terkandung dalam konteks sistem dan transformasi nilai budaya sejak masa lampau hingga kini. Data arkeologi yang menunjukkan karakter megalitis hingga data arkeologi Islam serta tradisi keagamaan yang berlaku pada mayarakat Ambalau, memberikan gambaran tentang perkembangan religi mayarakat lokal sejak kepercayaan atau religi masa prasejarah hingga munculnya Islam. Dari data arkeologi dan tradisi yang masih bertahan, memberikan gambaran bahwa agama Islam berkembang dengan tetap mengakomodir kepercayaan lokal yang berbasis pada kepercayaan terhadap leluhur. Bentuk makam kuno berundak, adalah salah satu wujud material budaya yang menggambarkan bahwa masyarakat sangat menghormati leluhur.   Abstract The study on the development of Islam one of which involves stale Islamic characteristics can be seen through the lens based on the findings of archaeological artifacts and features. In the aspect of material culture, can show the development of cultural values   embodied in the context of the system and transformation of cultural values from the past until now. Archaeological data indicate that the data character megalitis Islamic archeology and religious traditions prevailing in society Ambalau, gives an overview of the development of local people’s religious beliefs or religious since prehistoric times until the advent of Islam. Of archaeological data and traditions still survive, giving the impression that Islam evolved with fixed accommodate local beliefs based on trust towards ancestors. The shape of an ancient tomb staircase, is one manifestation of cultural material that illustrates that the community is honoring ancestors.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(1), pp.25-34
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v8i1.177 (DOI)

  • Article
    Select

    Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.28-46 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.28-46
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v2i3.36 (DOI)

  • Article
    Select

    Ekspansi Kekuasaan Islam Kesultanan Ternate di Pesisir Timur Halmahera Utara

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.95-108 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Ekspansi Kekuasaan Islam Kesultanan Ternate di Pesisir Timur Halmahera Utara
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Ekspansi, Islam, Arkeologi, Sejarah, Ternate, Halmahera Utara
    Description: North Halmahera is an expansion area of Ternate Sultanate, a Muslim state in eastern Indonesia. This study focuses on archaeological evidence to explain the process and development of the influence of Islamic Ternate Sultanate in that region. Through archaeological surveys, literature studies and interviews, gathered evidence on the influence of Islam in the region, especially its relation to the political power and economic  factor of the Ternate Sultanate, as the center of Islamic power in North Maluku. The result shows that the east coast of North Halmahera, including Tobelo, Galela and Kao, is an expansion area of Ternate's Islamic rule that developed since the 16th century AD, even the evidence of the region under Ternate's rule can still be found today.   Halmahera Utara merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate, sebuah kerajaan Islam di Indonesia bagian timur. Kajian ini menitikberatkan pada bukti-bukti arkeologis untuk menjelaskan proses dan perkembangan pengaruh Islam Kesultanan Ternate di wilayah tersebut. Melalui survei arkeologi, studi literatur dan wawancara, dikumpulkan bukti-bukti tentang pengaruh Islam di wilayah tersebut, terutama hubungannya dengan faktor politik kekuasaan dan ekonomi Kesultanan Ternate, sebagai pusat kekuasaan Islam di Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir timur Halmahera Utara, meliputi Tobelo, Galela dan Kao, merupakan wilayah ekspansi kekuasaan Islam Ternate yang berkembang sejak abad 16 M, bahkan bukti-bukti wilayah tersebut dibawah kekuasaan Ternate masih dapat dijumpai hingga sekarang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.95-108
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.396 (DOI)

  • Article
    Select

    Revitalisasi Kawasan Benteng Kolonial di Wilayah Kepulauan Maluku sebagai Bagian Pengembangan Rencana Tata Ruang Wilayah (Sebuah Gagasan Konseptual)

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.1-19 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Revitalisasi Kawasan Benteng Kolonial di Wilayah Kepulauan Maluku sebagai Bagian Pengembangan Rencana Tata Ruang Wilayah (Sebuah Gagasan Konseptual)
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Revitalisasi, Penilaian, Kawasan, Prioritas, Rencana Tata Ruang Wilayah
    Description: Di Wilayah Kepulauan Maluku, meliputi Propinsi Maluku dan Maluku Utara, merupakan wilayah yang kaya akan potensi kawasan benteng kolonial yang sesungguhnya dapat menudukung pembangunan. Namun kondisi kekinian yang ada sekarang membutuhkan adanya program revitalisasi yang efektif dan efisien. Program revitalisasi kawasan perlu mempertimbangkan tahapan penilaian dan pengkategorian kawasan yang menghasilkan urutan prioritas kawasan dengan kriteria skala prioritas. Program revitalisasi kawasan benteng juga dimaksudkan menjadi bagian dari pengembangan rencana tata ruang wilayah dan kota, sehingga program revitalisasi mendukung pembangunan wilayah dan kota.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.1-19
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v7i13.166 (DOI)

  • Article
    Select

    Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Loloda - Kerajaan - Sejarah - Arkeologi - Islam - Archaeology - Cc1-960
    Description: A few historical source mention the Kingdom of Loloda as one of the great kingdoms of North Maluku, contemporaneous with the four Islamic kingdoms that developed into sultanates, namely Ternate, Tidore, Bacan and Jailolo. However, compared to these powers, the development of Islamic rule in Loloda is not well known through historical sources, and the kingdom is even said to have collapsed in the early 20th century. In this article I discuss the results of research to trace archaeological evidence about the history of the Kingdom of Loloda. Starting with literary sources, I then describe the results of archaeological surveys in the area mentioned in historical text and public information. Archaeological surveys indicate that the center of the Loloda kingdom was located in the Loloda watershed in Loloda Sub-district, Halmahera Barat District. Archaeological research results suggest the Kingdom of Loloda grew from the 16th century and experienced collapse at the time of European colonialism. Kerajaan Loloda dalam teks sumber sejarah yang terbatas, disebut-sebut sebagai salah satu kerajaan besar di Maluku Utara, sezaman dengan empat aliansi kerajaan Islam yang berkembang menjadi kesultanan yakni, Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Namun dibanding keempat kekuasaan Islam itu, Loloda tidak diketahui perkembangannya, bahkan disebut runtuh pada awal abad 20 dan hilang dalam catatan sejarah perkembangan kekuasaan Islam. Penulisan ini berdasar pada hasil penelitian untuk melacak bukti-bukti arkeologi tentang sejarah Kerajaan Loloda. Dimulai dari pengumpulan sumber literatur, kemudian dilanjutkan dengan survei arkeologi di wilayah yang disebut dalam teks sejarah dan informasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei arkeologi, diketahui adanya lokasi yang menjadi indikasi pusat kerajaan Loloda di DAS (daerah aliran sungai) Loloda di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Hasil penelitian arkeologi menggambarkan bahwa Kerajaan Loloda berkembang pada abad 16 dan mengalami keruntuhan sesudahnya ketika kolonialisme bangsa Eropa berkembang di wilayah itu.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.423 (DOI)

  • Article
    Select

    Tata Kota Islam Ternate: Tinjauan Morfologi dan Kosmologi

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.123-138 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Tata Kota Islam Ternate: Tinjauan Morfologi dan Kosmologi
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Tata Kota, Morfologi, Kosmologi, Islam, Lokal, Ternate
    Description: Ternate town, is a thriving Islamic city since 6-17 century AD. Although at that time influenced mainly Portuguese colonial hegemony and the Netherlands, but as a center of Islamic civilization, morphology and cosmology town laid out according to the Islamic concept and local concept. Through archaeological analysis, morphology and cosmological aspects of the town hall is described. For that carried out the archaeological survey in the city of Ternate with trace toponyms ancient city, then through the literature and interviews with sources. Archaeological analysis performed, ie with spatial analysis through data identification features that characterize the ancient city of Islam, as well as contextual analysis by analogy history and local culture. The purpose of this study is to describe the shape and development of the city, as well as cosmological concept underlying the form of urban planning. Results of the study include that component of the city center is characterized by buildings and mosques, kedaton sultan as an orientation center into a city of Ternate characteristics of Islamic civilization. In addition the local characteristics of the town of Ternate is shown by the local cosmological concepts, as well as the division of residential space natives and immigrants. During its development, the urban space is divided into five components, namely component downtown, residential, and commercial economy, burial, and religious. Kota Ternate, adalah sebuah Kota Islam yang berkembang sejak abad ke 6-17 Masehi. Meskipun pada masa itu dipengaruhi pula hegemoni kolonial terutama Portugis dan Belanda, namun sebagai sebuah pusat peradaban Islam, morfologi dan kosmologi kota ditata menurut konsep Islam dan konsep lokal. Melalui analisis arkeologi, aspek ruang morfologi dan kosmologi kota digambarkan. Untuk itu dilakukan survei arkeologi di wilayah Kota Ternate dengan menelusuri toponim-toponim kota kuno, kemudian melalui studi pustaka maupun wawancara dengan narasumber. Analisis arkeologi dilakukan, yakni dengan analisis keruangan melalui identifikasi data fitur yang mencirikan kota kuno Islam, serta analisis kontekstual melalui analogi sejarah dan budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bentuk dan perkembangan kota, serta konsep kosmologi yang melatarbelakangi bentuk tata kota. Hasil penelitian antara lain bahwa komponen pusat kota yang dicirikan oleh bangunan kedaton sultan dan masjid sebagai pusat orientasi menjadi karakteristik Ternate sebagai kota peradaban Islam. Selain itu ciri lokal kota Ternate ditunjukkan dengan konsep kosmologi lokal, serta adanya pembagian ruang hunian pribumi dan pendatang. Dalam perkembangannya, ruang kota terbagi menjadi lima komponen, yakni komponen pusat kota, pemukiman, ekonomi dan niaga, penguburan, dan keagamaan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.123-138
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i2.292 (DOI)

  • Article
    Select

    Meriam Nusantara dari Negeri Elpa Putih, Tinjauan Awal atas Tipe, Fungsi, dan Daerah Asal

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(2), pp.68-87 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Meriam Nusantara dari Negeri Elpa Putih, Tinjauan Awal atas Tipe, Fungsi, dan Daerah Asal
    Author: Wuri Handoko
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(2), pp.68-87
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v2i2.27 (DOI)

  • Article
    Select

    Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(2), pp.73-84 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Implementasi, Arkeologi, Islam, Data, Maluku
    Description: Penelitian arkeologi Islam di Maluku, merupakan ranah penelitian yang memiliki beragam lingkup dan cakupan kajiannya, karena memiliki dimensi yang luas, antara lain sosial, ekonomi, politik, selain tentu saja religi dan ideologi. Namun luasnya cakupan dalam perspektif horizontal, belum diimbangi oleh penggarapan penelitian yang mendalam (vertikal), sehingga penelitian arkeologi Islam, masih merupakan kepingan atau serpihanserpihan dalam sebuah mozaik hasil penelitian. Implementasi penelitian yang sudah berjalan, baru terbatas menggarap isu-isu pada tataran permukaan, sehingga berbagai hasil kesimpulan tentang peradaban Islam di Maluku., sementara ini baru menampilkan perwajahan Islam yang general. Interpretasi dan kesimpulan yang selama ini dihasilkan, lebih banyak bersandar oleh dukungan data dari lintas batas disiplin ilmu, yang bagaimanapun merupakan kekuatan dari pendekatan arkeologi sejarah. Dari penelitian arkeologi Islam yang sudah dilakukan, pendekatan lintas displin ilmu yakni sejarah dan etnografi, merupakan yang paling umum dilakukan, sementara pendekatan arkeologi sendiri sifatnya masih sangat deskriptif dan belum digunakannya perangkat keras arkeologi, misalnya memanfaatkan data eksavasi dan dating absolute untuk memastikan kapan masyarakat mengkonversi Islam di Maluku. Dalam kurun beberapa tahun, meskipun masih berupa serpihan, namun tampak upaya penelitian arkelogi Islam untuk menjangkau banyak dimensi dari data arkeologi Islam, misalnya yang berhubungan dengan tema Islamisasi dan perdagangan, ekspansi Islam dalam konteks politik dan kultural serta dinamika relasional Islam dan budaya lokal Maluku, serta perkembangan internal Islam itu sendiri dari awal hadirnya hingga persentuhannya dengan kolonialisme.   Islamic archaeological research in Maluku, is the realm of research that have diverse scope and coverage of studies, because it has large dimensions, including social, economic, political, besides of course, religion and ideology. However, the wide scope of the horizontal perspective, has not been matched by the cultivation of deep research (vertical), so the archaeological study of Islam, is still a piece or pieces in a mosaic of research results. Implementation research is already running, a new limited work on issues at the level of the surface, so that the various results of conclusions about the Islamic civilization in the Moluccas, while this new show the general appearance of Islam. Interpretations and conclusions that have been produced, more lean by data from cross-border support disciplines, which, however, is the strength of the approach of historical archeology. Of Islamic archaeological research that has been done, crossdisciplinary approach to the science of history and ethnography, the most common, while the archaeological approach itself is very descriptive in nature and has not been used hardware archeology, for example, utilize eksavation data and absolute dating community to ensure that when converting Islam in Maluku. Within a few years, though still in pieces, but it looks Islamic archaeological research efforts to reach out to many dimensions of Islamic archaeological data, such as those related to the theme of Islamization and trade, the expansion of Islam in the political and cultural context and relational dynamics of Islam and local culture of Maluku, as well as internal development of Islam itself from the beginning to the presence touch with colonialism.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(2), pp.73-84
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v8i2.189 (DOI)

  • Article
    Select

    Jejak Islam Tionghoa di Wilayah Maluku, Studi Awal di Wilayah Pulau Haruku

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.27-42 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Jejak Islam Tionghoa di Wilayah Maluku, Studi Awal di Wilayah Pulau Haruku
    Author: Wuri Handoko
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.27-42
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v7i12.156 (DOI)

  • Article
    Select

    Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan Hoamoal di Seram Bagian Barat

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(2), pp.99-112 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan Hoamoal di Seram Bagian Barat
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Kerajaan, Hoamoal, Islamisasi, Perdagangan
    Description: Hoamoal kingdom is one of the Islamic empire in the Moluccas Islands, precisely in Ceram which has an important role in the movement of Islamization in Central Moluccas region. This study with emphasis on archaeological survey method to collect physical data or artefaktual, then do the processing and analys is of data to explain the influence of Islam in the region. This study aims to look at developments in the history of the Kingdom Hoamoal Islam and trade in the region of Central Moluccas, and saw its role in supporting the Islamization movement in the region. The result showed that the growth of the Kingdom Hoamoal explanation can not be separated from the influence of Ternate in the form of Islamization and trade networks.   Kerajaan Hoamoal adalah salah satu kerajaan Islam di wilayah Kepulauan Maluku, tepatnya di Pulau Seram yang memiliki peran penting dalam gerak Islamisasi di wilayah Maluku Tengah. Penelitian ini dengan menekankan pada metode survei arkeologi untuk mengumpulkan data fisik atau artefaktual, kemudian melakukan pengolahan dan analisis data untuk menjelaskan pengaruh Islam di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan Kerajaan Hoamoal dalam sejarah perkembangan Islam dan perdagangan di wilayah Maluku Tengah, serta melihat perannya dalam menunjang gerak Islamisasi di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh penjelasan bahwa berkembangnya Kerajaan Hoamoal tidak terlepas dari pengaruh Ternate dalam membentuk jaringan Islamisasi dan  perdagangan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(2), pp.99-112
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v10i2.226 (DOI)