This query concerns only resources held in libraries.
15 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan Hoamoal di Seram Bagian Barat

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(2), pp.99-112 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan Hoamoal di Seram Bagian Barat
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Kerajaan, Hoamoal, Islamisasi, Perdagangan
    Description: Hoamoal kingdom is one of the Islamic empire in the Moluccas Islands, precisely in Ceram which has an important role in the movement of Islamization in Central Moluccas region. This study with emphasis on archaeological survey method to collect physical data or artefaktual, then do the processing and analys is of data to explain the influence of Islam in the region. This study aims to look at developments in the history of the Kingdom Hoamoal Islam and trade in the region of Central Moluccas, and saw its role in supporting the Islamization movement in the region. The result showed that the growth of the Kingdom Hoamoal explanation can not be separated from the influence of Ternate in the form of Islamization and trade networks.   Kerajaan Hoamoal adalah salah satu kerajaan Islam di wilayah Kepulauan Maluku, tepatnya di Pulau Seram yang memiliki peran penting dalam gerak Islamisasi di wilayah Maluku Tengah. Penelitian ini dengan menekankan pada metode survei arkeologi untuk mengumpulkan data fisik atau artefaktual, kemudian melakukan pengolahan dan analisis data untuk menjelaskan pengaruh Islam di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan Kerajaan Hoamoal dalam sejarah perkembangan Islam dan perdagangan di wilayah Maluku Tengah, serta melihat perannya dalam menunjang gerak Islamisasi di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh penjelasan bahwa berkembangnya Kerajaan Hoamoal tidak terlepas dari pengaruh Ternate dalam membentuk jaringan Islamisasi dan  perdagangan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(2), pp.99-112
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v10i2.226 (DOI)

  • Article
    Select

    Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Loloda - Kerajaan - Sejarah - Arkeologi - Islam
    Description: A few historical source mention the Kingdom of Loloda as one of the great kingdoms of North Maluku, contemporaneous with the four Islamic kingdoms that developed into sultanates, namely Ternate, Tidore, Bacan and Jailolo. However, compared to these powers, the development of Islamic rule in Loloda is not well known through historical sources, and the kingdom is even said to have collapsed in the early 20th century. In this article I discuss the results of research to trace archaeological evidence about the history of the Kingdom of Loloda. Starting with literary sources, I then describe the results of archaeological surveys in the area mentioned in historical text and public information. Archaeological surveys indicate that the center of the Loloda kingdom was located in the Loloda watershed in Loloda Sub-district, Halmahera Barat District. Archaeological research results suggest the Kingdom of Loloda grew from the 16th century and experienced collapse at the time of European colonialism. Kerajaan Loloda dalam teks sumber sejarah yang terbatas, disebut-sebut sebagai salah satu kerajaan besar di Maluku Utara, sezaman dengan empat aliansi kerajaan Islam yang berkembang menjadi kesultanan yakni, Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Namun dibanding keempat kekuasaan Islam itu, Loloda tidak diketahui perkembangannya, bahkan disebut runtuh pada awal abad 20 dan hilang dalam catatan sejarah perkembangan kekuasaan Islam. Penulisan ini berdasar pada hasil penelitian untuk melacak bukti-bukti arkeologi tentang sejarah Kerajaan Loloda. Dimulai dari pengumpulan sumber literatur, kemudian dilanjutkan dengan survei arkeologi di wilayah yang disebut dalam teks sejarah dan informasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei arkeologi, diketahui adanya lokasi yang menjadi indikasi pusat kerajaan Loloda di DAS (daerah aliran sungai) Loloda di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Hasil penelitian arkeologi menggambarkan bahwa Kerajaan Loloda  berkembang pada abad 16 dan mengalami keruntuhan sesudahnya ketika kolonialisme bangsa Eropa berkembang di wilayah itu.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.423 (DOI)

  • Article
    Select

    PEMAKNAAN MOTIF TABU/TUHING DALAM CERITA RAKYAT DI WILAYAH BEKAS KERAJAAN MULAWARMAN, KERAJAAN HINDU TERTUA DI INDONESIA

    Derri Ris Rana
    Aksara, 01 December 2017, Vol.29(2), pp.197-210
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: PEMAKNAAN MOTIF TABU/TUHING DALAM CERITA RAKYAT DI WILAYAH BEKAS KERAJAAN MULAWARMAN, KERAJAAN HINDU TERTUA DI INDONESIA
    Author: Derri Ris Rana
    Subject: Motif Tabu, Kerajaan Mulawarman, Tuhing - Languages & Literatures
    Description: Penelitian cerita rakyat sebagai pengungkap budaya masyarakat yang mengandung kearifan lokal masih penting dilakukan. Apalagi, cerita rakyat yang berkembang di wilayah bekas Kerajaan Mulawarman, kerajaan Hindu tertua di Indonesia belum diungkap secara detil. Dengan menggunakan metode studi sastra lisan dan pendekatan tipe-motif, Stith Thompson, artikel ini berusaha mengungkap Kerajaan Mulawarman, menguraikan cerita rakyat yang berkembang di wilayah tersebut, memaparkan motif tabu yang terdapat dalam keempat cerita rakyat, yaitu “Legenda Patung Batu Desa Pantun”, “Legenda Gua Kombeng”, “Kutukan Sang Kudungga”, dan “Kisah Baung Putih”, serta menguraikan konsep tabu pada masyarakat sekarang. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara informan, pengamatan, perekaman, dan pencatatan. Metode analisis data menggunakan kritik teks, sedangkan teknik analisis data menggunakan klasifikasi motif Thompson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya fakta-fakta historis Kerajaan Mulawarman melalui kajian keempat cerita tersebut, serta terkuaknya beragam motif tabu yang terdapat di dalam masyarakat Kutai. Pemaknaan konsep tabu ini masih berlangsung di masyarakat Kutai. Beberapa hal tabu masih berlangsung sampai dengan saat ini, sedangkan yang lain sudah tidak berlaku lagi karena pengaruh perkembangan zaman dan permasifan globalisasi. Motif tabu merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kutai Kartanegara yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai yang sangat bermanfaat.
    Is part of: Aksara, 01 December 2017, Vol.29(2), pp.197-210
    Identifier: 0854-3283 (ISSN); 2580-0353 (E-ISSN); 10.29255/aksara.v29i2.80.197-210 (DOI)

  • Article
    Select

    PESANTREN, ULAMA, DAN PEMBENTUKAN TRADISI ISLAM INDONESIA

    Supani Supani
    IBDA': Jurnal Kebudayaan Islam, 01 February 2015, Vol.9(2), pp.137-154 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: PESANTREN, ULAMA, DAN PEMBENTUKAN TRADISI ISLAM INDONESIA
    Author: Supani Supani
    Subject: Pesantren, Ulama, Sufisme, Islamisasi, Kerajaan Islam - History & Archaeology
    Description: This article shows the Islamisation process in Indonesia using two theories, Arab and India. In discussing this point there should be a differentiation between the first and the second theory. The first theory is represented by the real first relation between Indonesia Islam. Meanwhile the second theory shows the growing of some Islamic kingdoms. The style of Islam spreading process is evolutionary as it could penetrate far beyond to Muslims consciousness.
    Is part of: IBDA': Jurnal Kebudayaan Islam, 01 February 2015, Vol.9(2), pp.137-154
    Identifier: 1693-6736 (ISSN); 2477-5517 (E-ISSN); 10.24090/ibda.v9i2.2011.pp137-154 (DOI)

  • Article
    Select

    ISLAMISASI DI SUMATERA UTARA: Studi Tentang Batu Nisan di Kota Rantang dan Barus

    Suprayitno
    Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 01 June 2012, Vol.36(1) [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: ISLAMISASI DI SUMATERA UTARA: Studi Tentang Batu Nisan di Kota Rantang dan Barus
    Author: Suprayitno
    Subject: Islamisasi - Tipologi - Batu Nisan - Kota Rantang - Barus - Kerajaan Aru
    Description: Islamization in North Sumatra: A Study of Gravestone in Rantang and Barus Cities. When talking about the process of islamization in Indonesia, many an expert will focus on discussing Aceh. Where as in North Sumatra, especially around the city of Medan and Barus many ancient gravestones found that proves the Islamic religion has long foothold in this area. By analyzing the typology and chronology of Aceh tombstones and inscriptions found in gravestones in the cities of Rantang and Barus, North Sumatra Province is known that the process of islamization in North Sumatra have occurred since the 13th century AD. The process of islamization was eventually formed a political community of Islam in the design of the 13th century AD ie the emergence of the Kingdom of Haru in the Kota Rantang, Hamparan Perak.
    Is part of: Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 01 June 2012, Vol.36(1)
    Identifier: 0852-0720 (ISSN); 2502-3616 (E-ISSN)

  • Article
    Select

    The nobat in early Malay literature: A look into the Hikayat Patani

    Halid, Raja Iskandar Bin Raja
    Indonesia and the Malay World, 04 May 2018, Vol.46(135), p.168-197 [Peer Reviewed Journal]
    Routledge (Taylor & Francis Group)
    Available
    More…
    Title: The nobat in early Malay literature: A look into the Hikayat Patani
    Author: Halid, Raja Iskandar Bin Raja
    Publisher: Routledge
    Subject: Article - Court Politics - Hikayat Patani - Kerajaan - Malay - Music Instruction
    Description: The Hikayat Patani (Story of Patani), is a Malay court chronicle that was written between the 17th and the 18th centuries but relates to events much earlier. Generally regarded as a historical chronicle, the hikayat not only narrates the genealogy of the royal house but also attempts to establish the Patani sultanate as a proud, sovereign Malay polity with its own distinct identity. It is also the only work of Malay literature that details the musical instruments of the regalia in the royal inventory, a complete repertoire of pieces and instructions on how to perform them. In short, it can be argued that the Hikayat Patani is the only available classical Malay work on music. This article discusses the hikayat in relation to the history and development of the nobat (royal ensemble), to discern the ensemble’s function and role in the political culture and manoeuvrings of a thriving Malay polity under Siamese influence.
    Is part of: Indonesia and the Malay World, 04 May 2018, Vol.46(135), p.168-197
    Identifier: 1363-9811 (ISSN); 1469-8382 (E-ISSN); 10.1080/13639811.2018.1444963 (DOI)

  • Article
    Select

    KIAI: FIGUR ELITE PESANTREN

    Mohammad Takdir Ilahi
    IBDA': Jurnal Kebudayaan Islam, 01 October 2015, Vol.12(2), pp.137-148 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: KIAI: FIGUR ELITE PESANTREN
    Author: Mohammad Takdir Ilahi
    Subject: Pesantren - Kiai - Islam - Kerajaan Kecil - Masyarakat - History & Archaeology
    Description: In a pesantren (Islamic boarding school), kiai is an strategic element. Javanese kiai mainly believe that a pesantren is a small palace where he becomes the ultimate source of power and authority. Even though he lives in a rural village, he becomes a member of elite group in social, politic and economic sides in the society. Kiai who leads big pesantren has successfully enlarged their power in term of nation so kiai could be accepted in national elite. The position of kiai is higher among all pesantren elements. The degree as an Islamic scholar is exactly a sacred degree in pesantren culture and tradition. Without his figure, it is impossible for a pesantren to develop and survive. Kiai holds an ultimate position on educate the behavior and morality of the santri (students) to be qualified and compatible Muslims generation. Kiai is not only a leader but he is also the man behind the leadership itself in supporting the progress of Islamic education institution for Muslims generations.
    Is part of: IBDA': Jurnal Kebudayaan Islam, 01 October 2015, Vol.12(2), pp.137-148
    Identifier: 1693-6736 (ISSN); 2477-5517 (E-ISSN); 10.24090/ibda.v12i2.2014.pp137-148 (DOI)

  • Article
    Select

    Kerajaan Allah Menurut Injil-Injil Sinoptik

    Robi Panggarra
    Jurnal Jaffray, 01 April 2013, Vol.11(1), pp.109-128 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kerajaan Allah Menurut Injil-Injil Sinoptik
    Author: Robi Panggarra
    Subject: Kerajaan, Allah, Injil Sinoptik, Yesus - Religion
    Description: Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk menemukan atau mengetahuiapakah terdapat perbedaan dan persamaan gagasan tentang Kerajaan Allah dalamInjil-injil Sinoptik.Kedua, untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam aspeksoteriologi, ekklesiologi, dan moral-etis tentang Kerajaan Allah. Ketiga, untukmengetahui apa peran Yesus dalam Kerajaan Allah tersebut.Adapun kesimpulan karya tulis “Kerajaan Allah Menurut Injil-Injil Sinoptik”adalah: Pertama, Kerajaan Allah merupakan pemerintahan Allah yang telahmemasuki zaman ini melalui kehadiran Yesus dan akan menjadi sempurna pada saatkedatangan-Nya untuk kedua kalinya. Kedua, Ungkapan Kerajaan Allah danKerajaan Sorga memiliki makna yang sama, tanpa ada maksud untuk membedakankedua objek dari ungkapan tersebut. Ketiga, Sinoptik menegaskan bahwa KerajaanAllah yang akan datang merupakan sesuatu yang rahasia dan tidak diketahuikepastian waktunya. Keempat, Ketiga Injil memiliki pandangan yang sama tentangdimensi waktu sekarang dan futuris tentang Kerajaan. Kelima, Kerajaan Allah yangdibicarakan dalam Injil-injil Sinoptik, tidak terlepas kaitannya dengan misisoteriologi Allah untuk menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan dosa. Keenam,Kerajaan Allah bekerja melalui gereja sekarang ini untuk mengabarkan kabar baiktentang tindakan Allah dalam sejarah, meskipun gereja bukanlah Kerajaan Allah itusendiri. Ketujuh, Kerajaan Allah mengharuskan pertobatan untuk menyambutnya,dimana pertobatan itu akan menghasilkan sebuah kehidupan berbeda darisebelumnya, oleh karena adanya prinsip-prinsip etis dari Kerajaan Allah yang perludihidupi oleh warga Kerajaan tersebut. Kedelapan, Yesus adalah inti pembicaraanInjil, sedangkan inti pemberitaan Yesus adalah Kerajaan Allah.
    Is part of: Jurnal Jaffray, 01 April 2013, Vol.11(1), pp.109-128
    Identifier: 1829-9474 (ISSN); 2407-4047 (E-ISSN); 10.25278/jj71.v11i1.74 (DOI)

  • Article
    Select

    Kepemimpinan Yesus Sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini

    Yahya Wijaya
    Jurnal Jaffray, 01 July 2018, Vol.16(2), pp.129-144 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kepemimpinan Yesus Sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini
    Author: Yahya Wijaya
    Subject: Etika Kepemimpinan, Teologi Kerajaan Allah, Kepemimpinan Pelayan, Pontius Pilatus, Herodes, Kayafas - Religion
    Description: This article compares the leadership model of Jesus with those of the formal prominent leaders in his time. Rooted in a deep spiritual relationship with his Father, and moved by a compassionate heart, Jesus’ leadership challenges today’s church leadership practices in Indonesia which is marked by either institutional centralization, absolute local autonomy, or traditionalism. Artikel ini membandingkan antara model kepemimpinan Yesus dengan model-model kepemimpinan para penguasa formal di zamannya. Berakar pada hubungan spiritual yang mendalam dengan Bapanya, dan digerakkan oleh hati yang berbelaskasihan, kepemimpinan Yesus menantang praktik-praktik kepemimpinan gereja di Indonesia masa kini yang ditandai oleh sentralisasi institusional, otonomi lokal yang absolut, atau tradisionalisme
    Is part of: Jurnal Jaffray, 01 July 2018, Vol.16(2), pp.129-144
    Identifier: 1829-9474 (ISSN); 2407-4047 (E-ISSN); 10.25278/jj71.v16i2.287 (DOI)

  • Article
    Select

    SEPUTAR “NOTA OMTRENT HET RIJK VAN SIAK” KARYA H.A. HIJMANS VAN ANROOIJ

    Wilaela Wilaela, Nur Aisyah Zulkifli, Khaidir Alimin
    Sosial Budaya, 01 November 2016, Vol.13(2)
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: SEPUTAR “NOTA OMTRENT HET RIJK VAN SIAK” KARYA H.A. HIJMANS VAN ANROOIJ
    Author: Wilaela Wilaela; Nur Aisyah Zulkifli; Khaidir Alimin
    Subject: Sumber Sejarah, Kerajaan Siak, van Anrooij, Hindia Belanda
    Description: Sekalipun sumber sejarah Kerajaan Siak  diyakini cukup banyak dan sebagian besar telah diketahui. Akan tetapi, sejarah Kerajaan Siak masih memiliki cacat-cacat fakta dan lubang-lubang interpretasi. Salah satu penyebab cacat fakta adalah karena ketiadaan sumber primer. Jikapun ada sumber, maka informasinya menimbulkan keraguan dan  bahkan terdapat kerancuan. Upaya untuk menemukan sumber sejarah untuk Kerajaan Siak dan mendiseminasikannya melalui kegiatan penerjemahan, itulah tujuan kajian ini. Kajian ini menemukan bahwa salah satu sumber sejarah Kerajaan Siak yang terbaik pada zamannya adalah karya Hijmans van Anrooij berjudul Nota Omtrent Het Rijk van Siak (1885). Van  Anrooij menjadi saksi sezaman untuk sejumlah paparan  dan informasi yang disampaikannya. Dia memaparkan berbagai aspek tentang Kerajaan Siak dengan menggunakan sumber sebelumnya dari Residen E. Netscher.  Bahkan ia tak segan-segan menggunakan  sumber tradisional, seperti hikayat-hikayat dan legenda setempat.
    Is part of: Sosial Budaya, 01 November 2016, Vol.13(2)
    Identifier: 1979-2603 (ISSN); 2407-1684 (E-ISSN); 10.24014/sb.v13i2.3541 (DOI)