89 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Arkeologi Pulau Kobror Kepulauan Aru

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.59-74 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Pulau Kobror Kepulauan Aru
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Pulau Kobror, Seni Cadas
    Description: The Aru islands is one of the key regions in the cultural historical study of Southeast Asia and Australia. This major role is represented at least by two aspects: firstly, the paleogeographical character of the Aru Islands as an extension of Sahul land that included New Guinea and Australia and secondly the role as a resource regio for exotic commodities such as pearl and bird of paradise. With this specific profile, Aru islands is potential to be studied archaeologically. Few archaeological studies had been initiated over last decade but still not balance with the colossal profile of regoin’s cultural history. This study tries to contribute in improving such condition by focusing on the archeological potential in the kobror island. As an initial study, this research has adopted the reconnaissance survey as a key method to collect data. Referential study also has been adapted to reconigze the historical background of the region. This study found that two major aspects : firstly, the prehistotic character of the archaeological profile of the region as represented by the presence of a rock art sites and secondly, living tradition as reflected by the representation of cave burial that associated with the application of boat as a symbol and traditional religion. Kepulauan Aru adalah salah satu kawasan terpenting dalam studi sejarah budaya di Asia Tenggara dan Australia. Peran penting ini setidaknya diwakili oleh dua aspek: pertama, karakter paleogeografi Kepulauan Aru yang merupakan bagian dari perluasan daratan besar Sahul yang mencakup juga Papua dan Australia serta kedua, peran khas wilayah ini sebagai salah satu kawasan sumber komoditi eksotik seperti mutiara dan bulu burung cendrawasih. Dengan profil yang sedemikian kepulauan ini sejatinya memiliki potensi arkeologis yang cukup raya untuk dikaji. Beberapa penelitian arkeologis pada tahap mula memang telah dilaksanakan. Namun dirasa belum berbanding lurus dengan luasnya cakupan sejarah budaya wilayah ini. Tulisan ini mencoba untuk mengisi ruang dimaksud dengan memberi perhatian pada tinjauan atas potensi arkeologis yang ada di Pulau Kobror Kepulauan Aru. Sebagai sebuah kajian yang bersifat inisiasi, pendekatan yang digunakan adalah survei penjajakan guna merekam segenap data arkeologis yang ada di wilayah Kobror. Kajian pustaka juga dilakukan untuk menemukan kerangka historis wilayah kajian. Hasil penelitian menemukan aspek penting dalam tinjauan sejarah budaya di Kepulauan Aru: pertama adalah jejak budaya prasejarah yang teramati lewat situs lukisan cadas dan kedua, ragam tradisi berlanjut sebagaimana terekam dalam situs penguburan kuno yang tekait dengan aplikasi perahu sebagai simbol dan religi tradisional.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.59-74
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v9i2.204 (DOI)

  • Article
    Select

    Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Loloda - Kerajaan - Sejarah - Arkeologi - Islam - Archaeology - Cc1-960
    Description: A few historical source mention the Kingdom of Loloda as one of the great kingdoms of North Maluku, contemporaneous with the four Islamic kingdoms that developed into sultanates, namely Ternate, Tidore, Bacan and Jailolo. However, compared to these powers, the development of Islamic rule in Loloda is not well known through historical sources, and the kingdom is even said to have collapsed in the early 20th century. In this article I discuss the results of research to trace archaeological evidence about the history of the Kingdom of Loloda. Starting with literary sources, I then describe the results of archaeological surveys in the area mentioned in historical text and public information. Archaeological surveys indicate that the center of the Loloda kingdom was located in the Loloda watershed in Loloda Sub-district, Halmahera Barat District. Archaeological research results suggest the Kingdom of Loloda grew from the 16th century and experienced collapse at the time of European colonialism. Kerajaan Loloda dalam teks sumber sejarah yang terbatas, disebut-sebut sebagai salah satu kerajaan besar di Maluku Utara, sezaman dengan empat aliansi kerajaan Islam yang berkembang menjadi kesultanan yakni, Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Namun dibanding keempat kekuasaan Islam itu, Loloda tidak diketahui perkembangannya, bahkan disebut runtuh pada awal abad 20 dan hilang dalam catatan sejarah perkembangan kekuasaan Islam. Penulisan ini berdasar pada hasil penelitian untuk melacak bukti-bukti arkeologi tentang sejarah Kerajaan Loloda. Dimulai dari pengumpulan sumber literatur, kemudian dilanjutkan dengan survei arkeologi di wilayah yang disebut dalam teks sejarah dan informasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei arkeologi, diketahui adanya lokasi yang menjadi indikasi pusat kerajaan Loloda di DAS (daerah aliran sungai) Loloda di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Hasil penelitian arkeologi menggambarkan bahwa Kerajaan Loloda berkembang pada abad 16 dan mengalami keruntuhan sesudahnya ketika kolonialisme bangsa Eropa berkembang di wilayah itu.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.423 (DOI)

  • Article
    Select

    Visi dan Misi Balai Arkeologi Ambon

    I Wayan Suantika
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.1-20 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Visi dan Misi Balai Arkeologi Ambon
    Author: I Wayan Suantika
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.1-20
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v1i1.10 (DOI)

  • Article
    Select

    Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(2), pp.73-84 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Penelitian arkeologi Islam di Maluku, merupakan ranah penelitian yang memiliki beragam lingkup dan cakupan kajiannya, karena memiliki dimensi yang luas, antara lain sosial, ekonomi, politik... dukungan data dari lintas batas disiplin ilmu, yang bagaimanapun merupakan kekuatan dari pendekatan arkeologi sejarah. Dari penelitian arkeologi Islam yang sudah dilakukan, pendekatan lintas displin ilmu...…
    Available
    More…
    Title: Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Implementasi, Arkeologi, Islam, Data, Maluku
    Description: Penelitian arkeologi Islam di Maluku, merupakan ranah penelitian yang memiliki beragam lingkup dan cakupan kajiannya, karena memiliki dimensi yang luas, antara lain sosial, ekonomi, politik, selain tentu saja religi dan ideologi. Namun luasnya cakupan dalam perspektif horizontal, belum diimbangi oleh penggarapan penelitian yang mendalam (vertikal), sehingga penelitian arkeologi Islam, masih merupakan kepingan atau serpihanserpihan dalam sebuah mozaik hasil penelitian. Implementasi penelitian yang sudah berjalan, baru terbatas menggarap isu-isu pada tataran permukaan, sehingga berbagai hasil kesimpulan tentang peradaban Islam di Maluku., sementara ini baru menampilkan perwajahan Islam yang general. Interpretasi dan kesimpulan yang selama ini dihasilkan, lebih banyak bersandar oleh dukungan data dari lintas batas disiplin ilmu, yang bagaimanapun merupakan kekuatan dari pendekatan arkeologi sejarah. Dari penelitian arkeologi Islam yang sudah dilakukan, pendekatan lintas displin ilmu yakni sejarah dan etnografi, merupakan yang paling umum dilakukan, sementara pendekatan arkeologi sendiri sifatnya masih sangat deskriptif dan belum digunakannya perangkat keras arkeologi, misalnya memanfaatkan data eksavasi dan dating absolute untuk memastikan kapan masyarakat mengkonversi Islam di Maluku. Dalam kurun beberapa tahun, meskipun masih berupa serpihan, namun tampak upaya penelitian arkelogi Islam untuk menjangkau banyak dimensi dari data arkeologi Islam, misalnya yang berhubungan dengan tema Islamisasi dan perdagangan, ekspansi Islam dalam konteks politik dan kultural serta dinamika relasional Islam dan budaya lokal Maluku, serta perkembangan internal Islam itu sendiri dari awal hadirnya hingga persentuhannya dengan kolonialisme.   Islamic archaeological research in Maluku, is the realm of research that have diverse scope and coverage of studies, because it has large dimensions, including social, economic, political, besides of course, religion and ideology. However, the wide scope of the horizontal perspective, has not been matched by the cultivation of deep research (vertical), so the archaeological study of Islam, is still a piece or pieces in a mosaic of research results. Implementation research is already running, a new limited work on issues at the level of the surface, so that the various results of conclusions about the Islamic civilization in the Moluccas, while this new show the general appearance of Islam. Interpretations and conclusions that have been produced, more lean by data from cross-border support disciplines, which, however, is the strength of the approach of historical archeology. Of Islamic archaeological research that has been done, crossdisciplinary approach to the science of history and ethnography, the most common, while the archaeological approach itself is very descriptive in nature and has not been used hardware archeology, for example, utilize eksavation data and absolute dating community to ensure that when converting Islam in Maluku. Within a few years, though still in pieces, but it looks Islamic archaeological research efforts to reach out to many dimensions of Islamic archaeological data, such as those related to the theme of Islamization and trade, the expansion of Islam in the political and cultural context and relational dynamics of Islam and local culture of Maluku, as well as internal development of Islam itself from the beginning to the presence touch with colonialism.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(2), pp.73-84
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v8i2.189 (DOI)

  • Article
    Select

    Sumber Daya Arkeologi dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Maluku

    Ni Komang Ayu Astiti
    Kapata Arkeologi, 01 November 2016, Vol.12(1), pp.15-28 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sumber Daya Arkeologi dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Maluku
    Author: Ni Komang Ayu Astiti
    Subject: Sumber Daya Arkeologi, Pariwisata Berkelanjutan, Atraksi Wisata
    Description: Archaeological resources in Maluku has important value in regional development and spread in different natural landscape. The problem that arises is how to make the proper management of this resource as a tourist attraction while maintaining the authenticity and preservation in accordance with the character possessed. The purpose and usefulness of the research is to make the archaeological resources in the Moluccas as one of the tourist attractions that provide benefits not only economic, but also social, cultural and environmental on the current generation and the future. The data used are secondary data from the results of research that has been done before and the results of the survey author to several archaeological sites in the city of Ambon as well as if by applying the theories and concepts appropriate to address concerns and objectives. Archaeological resources in Maluku has a unique, originality, authenticity and can be used as industrial commodities tourism as a diverse tourist attractions. The management of this potential is important to increase the diversity of attractions in the ministry of foreign tourists activity continues to increase in visiting museums and archaeological sites in Indonesia. Adapted to the character development of each site and archaeological sites in the region to bring up the context of the importance and significance of contemporary leading to the realization of sustainable tourism development (sustainable tourism management). Empowering local communities is very important as one of the pillars with partnerships with other stakeholders,  and will provide benefits in balance between economic, social, cultural and environmentally sustainable manner in the community both now and for generations to come. Sumber daya arkeologi  di Maluku mempunyai nilai penting dalam pembangunan daerah dan tersebar  pada landscape alam yang  berbeda. Permasalahan yang  muncul adalah bagaimana  pengelolaan yang  tepat untuk  menjadikan sumberdaya  ini sebagai atraksi wisata dengan tetap menjaga keotentikan dan pelestariannya sesuai dengan karakter  yang  dimiliki. Tujuan dan kegunaan penelitian adalah untuk menjadikan sumber daya arkeologi di wilayah Maluku sebagai salah satu atraksi wisata yang memberikan manfaat tidak saja secara  ekonomi, tetapi juga sosial budaya dan lingkungan  pada generasi sekarang  dan yang akan datang.  Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan hasil survey penulis ke beberapa situs arkeologi yang ada di Kota Ambon serta di olah dengan menerapkan teori dan konsep yang sesuai untuk menjawab permasalahan dan tujuan.   Sumber daya arkeologi di Maluku mempunyai keunikan, orisinalitas, otentisitas dan dapat dijadikan komoditas industri pariwisata sebagai atraksi wisata yang beragam. Pengelolaan potensi ini penting  untuk meningkatkan diversifikasi atraksi  dalam pelayanan  aktivitas wisatawan mancanegara yang  terus meningkat  dalam mengunjungi museum dan situs-situs arkeologi di Indonesia.  Pengembangan disesuaikan dengan karakter dari masing-masing situs dan kawasan situs arkeologi dalam konteks untuk memunculkan nilai penting dan makna kekinian yang mengarah pada terwujudnya pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism management). Memberdayakan masyarakat lokal sangat penting sebagai salah satu pilar dengan melakukan kemitraan dengan stakeholder lain, sehingga memberikan manfaat secara seimbang antara ekonomi, sosial budaya dan lingkungan secara berkelanjutan pada masayarakat sekarang maupun pada generasi-generasi yang akan datang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2016, Vol.12(1), pp.15-28
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.312 (DOI)

  • Article
    Select

    Arkeologi Sejarah Islam di Pesisir Selatan Pulau Seram Maluku Tengah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.79-90 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Sejarah Islam di Pesisir Selatan Pulau Seram Maluku Tengah
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Islamisasi, Jaringan, Politik, Seram
    Description: The history of Islamization in the region Seram Island Maluku until recently only records the Kingdom Hoamoal as the center of Islamization in the region. However, the formation of customary lands inhabited by the Muslim community is appealing to uncover where Islam originated and how it goes. This research is focused to see Islamization networks formed on indigenous lands in the southern coastal areas of the island of Seram by conducting the archaeological research that adopted survey method and oral history interviews to discover traces of the presence of Islam. This study found that Islamization in the southern coastal areas of the island of Seram, arised from the central region of Islam in the Maluku Islands; with another possibility that have been introduced from Java and the homeland of Islam, Arab and Persia. The study also found the formation process of political networks in the spread of Islam to get to the southern coastal areas of the island of Seram. Dalam sejarah Islamisasi di wilayah Pulau Seram Maluku sejauh ini, hanya menyebut Kerajaan Hoamoal sebagai pusat Islamisasi di wilayah tersebut. Meski demikian, terbentuknya negeri-negeri adat yang dihuni komunitas muslim, menarik untuk diungkap dari mana Islam berasal dan bagaimana perkembangannya. Penelitian ini difokuskan untuk melihat jaringan Islamisasi yang terbentuk pada negeri-negeri adat di wilayah pesisir selatan Pulau Seram. Melalui penelitian arkeologi, dengan metode survei serta wawancara untuk menelusuri sejarah lisan jejak kehadiran Islam. Penelitian ini menemukan bahwa Islamisasi di wilayah pesisir selatan Pulau Seram, berasal dari wilayah pusat kekuasaan Islam di Kepulauan Maluku, juga kemungkinan dari Jawa dan tanah asal Islam dari Arab dan Persia. Penelitian ini juga menemukan bagaimana terbentuknya jaringan politik dalam proses penyebaran Islam hingga sampai ke wilayah pesisir selatan Pulau Seram.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.79-90
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.307 (DOI)

  • Article
    Select

    Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.28-46 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.28-46
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v2i3.36 (DOI)

  • Article
    Select

    Sumber Daya Arkeologi di Maluku: Pemanfaatan dan Upaya Pengelolaannya

    G.M. Sudarmika
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.21-34 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sumber Daya Arkeologi di Maluku: Pemanfaatan dan Upaya Pengelolaannya
    Author: G.M. Sudarmika
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.21-34
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v1i1.11 (DOI)

  • Article
    Select

    Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.75-86 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Arah Dan Peran Penelitian, Maluku
    Description: A year has passed since the celebration of 100th years of Indonesian archaeology. On June 14th 2013, this golden moment was commemorated by institutions and individuals. The nostalgic euphoria has been transformed into the festive spirit of various events. Ranging from seminars to exhibitions. From small gatherings to the colosal stages. There is a pride that rised from the establishment of this 100th anniversary. This article tries to discuss the current situation in the Indonesian archaeology by dissect the anatomy of archaeological research in the Moluccas Archipleago. The ideas disscussed will cover the review of archaeological research in the Moluccas historically; followed by observing the recent activities  to understand the impacts of archaeological research for the region and its communities; and finally initiate the discussion on choosing the direction and the role of archaeological research for the academic and social purpose in the near future. Tak terasa hampir setahun telah dilewati sejak perayaan satu abad purbakala Nusantara. Tepat tanggal 14 Juni 2013 silam, momentum emas ini diperingati segenap insan arkeologi Indonesia. Gempita nostalgia dikemas menjadi semangat perayaan dalam berbagai kegiatan. Mulai dari seminar sampai pameran. Sekedar sukuran hingga pentas kolosal. Ada kebanggaan yang membuncah dari angka mapan usia ke-100. Kini pesta telah usai. Segalanya kembali senyap.  Rasanya tepat untuk mulai merenung. Tentang makna menjadi lembaga dengan umur yang bahkan lebih sepuh dari negara. Memikirkan kembali kiprah pun capaian. Menemukenali kekurangan dan kendala. Adakah arkeologi akan terus mengalir dengan wawasan klasik business as usual? Ataukah memilih bercermin pada jernih kondisi kekinian dan bergegas membenahi diri? Makalah ini mencoba mengamati kondisi terkini arkeologi nasional dengan membedah anatomi penelitian arkeologi di Kepulauan Maluku dalam kerangka kronologis. Alur gagasan yang dibahas mencakup tinjauan atas rekam historis penelitian yang membentuk wajah arkeologi Maluku; dilanjutkan dengan mengamati aktivitas masa kini guna melihat aktualisasi studi arkeologi bagi kemajuan wilayah dan masyarakat; serta membuka ruang diskusi tentang memilih arah dan menentukan peran penelitian arkeologi bagi tujuan akademis dan sosial di masa mendatang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.75-86
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i2.288 (DOI)

  • Article
    Select

    Selayang Pandang tentang Tinggalan Arkeologi Kolonial dan Budaya Ikan Lompa di Negeri Haruku

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.117-126 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Selayang Pandang tentang Tinggalan Arkeologi Kolonial dan Budaya Ikan Lompa di Negeri Haruku
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.117-126
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v6i11.149 (DOI)