179 results
Sort by:
Add to the list:

Selected facet


Expand to all references (without full text)
  • Article
    Select

    Arkeologi Kepulauan Maluku

    Lucas Wattimena
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(1), pp.29-36 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    (cultural resources); dolmen, caves, castles, old country/old settlement, menhirs, sultanate, Kapata / folklore is the basic structure of cultural understanding in the Maluku Islands. The goal is to, (cultural resources); dolmen, caves, castles, old country/old settlement, menhirs, sultanate, Kapata / folklore is the basic structure of cultural understanding in the Maluku Islands. The goal
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Kepulauan Maluku
    Author: Lucas Wattimena
    Subject: Sumberdaya Arkeologi, Struktur, Kepulauan Maluku
    Description: Archaeological cultural resources in the Maluku Islands consist of a variety of aspects, including Prehistoric, Historic, Islamic, colonial and Ethnoarchaeology. These aspects are categorized in helping the mapping of archaeological research in the Maluku Islands. Functional structural archaeological remains integrated in the cultural unity of the social system as a symbolic interaction. Maluku Archipelago covers the two areas, namely Maluku and North Maluku. The problem this paper is how archaeological resources can show the interpretation of symbolic interaction. Archaeological remains (cultural resources); dolmen, caves, castles, old country/old settlement, menhirs, sultanate, Kapata / folklore is the basic structure of cultural understanding in the Maluku Islands. The goal is to know and understand the remains, archaeological remains were able to reconstruct the culture of human society Maluku Islands. Approach to research using library study. From the research that archaeological cultural resources is a symbolic interpretation of the interaction of a group of human society in a particular area. Sites sampled studies prove that archaeological cultural resources as a reflection of the people of Maluku Generally and certain areas in the Moluccas in particular. Sumberdaya budaya arkeologi di Kepulauan Maluku terdiri dari berbagai aspek, diantaranya Prasejarah, Sejarah, Islam, Kolonial dan Etnoarkeologi. Aspek-aspek tersebut dikategorisasikan untuk memudahkan pemetaan penelitian arkeologi di Kepulauan Maluku. Struktural fungsional tinggalan-tinggalan arkeologi terintegrasi dalam kesatuan sistem sosial budaya sebagai interaksi simbolik. Kepulauan Maluku berarti kita berbicara dalam dua wilayah, yaitu Maluku dan Maluku Utara. Permasalahan penulisan ini adalah bagaimana sumberdaya budaya arkeologis dapat menunjukan interprestasi interaksi simbolik. Tinggalan-tinggalan arkeologis (sumberdaya budaya); dolmen, gua, benteng, negeri lama/permukiman lama, menhir, kesultanan, kapata/folklore adalah struktur dasar pemahaman akan kebudayaan di Kepulauan Maluku. Tujuannya adalah untuk mengetahui dan memahami tinggalan-tinggalan arkeologis mampu merekonstruksi kebudayaan masyarakat manusia Kepulauan Maluku. Pendekatan penelitian menggunakan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian bahwa sumberdaya budaya arkeologi merupakan suatu interprestasi interaksi simbolik suatu kelompok manusia masyarakat pada daerah tertentu. Situs-situs kajian penulis yang menjadi sampel membuktikan bahwa sumberdaya budaya arkeologi sebagai cerminan masyarakat Maluku Umumnya dan daerah tertentu di Maluku pada khususnya.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(1), pp.29-36
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v9i1.197 (DOI)

  • Article
    Select

    Babak Baru Jurnal Ilmiah Arkeologi di Indonesia

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.55-72 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    dissemination of Indonesian scientific journals globally. Since 2016 counted ten media ejurnal developed by the Puslit Arkenas and Balai Arkeologi have been active online. The condition of Indonesian... Arkeologi. So with this age, archeological research institute is required to make a real contribution to the nation based on the scientific publication. Scientific journal for decades using the paradigm…
    Available
    More…
    Title: Babak Baru Jurnal Ilmiah Arkeologi di Indonesia
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Arkeologi, Ejurnal, Puslit Arkenas, Balai Arkeologi, Indonesia
    Description: Indonesian archeological research institute has been more than a century, marked by the establishment of Oudheidkundige Dienst in 1913, now become Puslit Arkenas to supervise ten of Balai Arkeologi. So with this age, archeological research institute is required to make a real contribution to the nation based on the scientific publication. Scientific journal for decades using the paradigm of the printed journal, but now with many rules imposed by LIPI and Dikti are faced with a new paradigm, that is management of ejournal. The enactment of ejournal regulations positively impact on the dissemination of Indonesian scientific journals globally. Since 2016 counted ten media ejurnal developed by the Puslit Arkenas and Balai Arkeologi have been active online. The condition of Indonesian archaeology ejournals so far have not yet reached the ideal expectations as a level of national research institute, but based on the research result in this study shows that the Indonesian archaeology ejournals have a prospect to become International journal. The result of the study also reveals that there are still some obstacles either in technical or non technical. Puslit Arkenas and Balai Arkeologi are expected to run along to developing strategy towards national accreditation in the near and road to international journal in the long term. The highest contribution of national research institute to the nation is having the research published in scientific journals recognized by one of the two International indexer institutions of high repute, the Thomson Reuters / Web of Sciene and Scopus.   Lembaga riset arkeologi Indonesia telah berusia lebih dari satu abad, sejak didirikannya Oudheidkundige Dienst oleh Pemerintah Kolonial di tahun 1913 hingga saat ini menjadi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan membawahi sepuluh Balai Arkeologi. Maka dengan usia yang telah dewasa ini lembaga riset arkeologi dituntut untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa sesuai marwah lembaga riset, yaitu publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal menjadi parameter kunci untuk menilai kinerja suatu lembaga riset. Jurnal ilmiah yang selama berpuluh tahun menggunakan paradigma jurnal tercetak kini dengan berbagai aturan yang diberlakukan oleh LIPI dan Dikti dihadapkan pada paradigma baru, yaitu pengelolaan jurnal elektronik. Pemberlakuan peraturan ejurnal berdampak positif terhadap diseminasi jurnal ilmiah arkeologi Indonesia secara global. Mulai tahun 2016 terhitung sepuluh media ejurnal yang dibangun oleh Puslit Arkenas dan Balai-Balai Arkeologi telah aktif secara daring. Kondisi ejurnal arkeologi Indonesia sejauh ini terbilang masih belum mencapai harapan ideal sebagai jurnal elektronik di kelas lembaga riset nasional, namun berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa prospek ejurnal arkeologi Indonesia menuju jurnal Internasional cukup berpeluang. Namun hasil kajian penelitian ini juga mengungkapkan masih terdapat beberapa kendala baik secara teknis maupun non teknis. Puslit Arkenas dan Balai-Balai Arkeologi diharapkan dapat berjalan bersama dengan menyusun strategi pengembangan ejurnal menuju akreditasi nasional dalam waktu dekat dan menuju jurnal Internasional dalam jangka panjang. Kontribusi tertinggi lembaga riset nasional kepada bangsa adalah dengan memiliki hasil-hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang diakui oleh salah satu dari dua lembaga pengindeks Internasional bereputasi tinggi, yaitu Thomson Reuters/Web of Sciene dan Scopus.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.55-72
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.391 (DOI)

  • Article
    Select

    Arkeologi Pulau Kobror Kepulauan Aru

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.59-74 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Pulau Kobror Kepulauan Aru
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Pulau Kobror, Seni Cadas
    Description: The Aru islands is one of the key regions in the cultural historical study of Southeast Asia and Australia. This major role is represented at least by two aspects: firstly, the paleogeographical character of the Aru Islands as an extension of Sahul land that included New Guinea and Australia and secondly the role as a resource regio for exotic commodities such as pearl and bird of paradise. With this specific profile, Aru islands is potential to be studied archaeologically. Few archaeological studies had been initiated over last decade but still not balance with the colossal profile of regoin’s cultural history. This study tries to contribute in improving such condition by focusing on the archeological potential in the kobror island. As an initial study, this research has adopted the reconnaissance survey as a key method to collect data. Referential study also has been adapted to reconigze the historical background of the region. This study found that two major aspects : firstly, the prehistotic character of the archaeological profile of the region as represented by the presence of a rock art sites and secondly, living tradition as reflected by the representation of cave burial that associated with the application of boat as a symbol and traditional religion. Kepulauan Aru adalah salah satu kawasan terpenting dalam studi sejarah budaya di Asia Tenggara dan Australia. Peran penting ini setidaknya diwakili oleh dua aspek: pertama, karakter paleogeografi Kepulauan Aru yang merupakan bagian dari perluasan daratan besar Sahul yang mencakup juga Papua dan Australia serta kedua, peran khas wilayah ini sebagai salah satu kawasan sumber komoditi eksotik seperti mutiara dan bulu burung cendrawasih. Dengan profil yang sedemikian kepulauan ini sejatinya memiliki potensi arkeologis yang cukup raya untuk dikaji. Beberapa penelitian arkeologis pada tahap mula memang telah dilaksanakan. Namun dirasa belum berbanding lurus dengan luasnya cakupan sejarah budaya wilayah ini. Tulisan ini mencoba untuk mengisi ruang dimaksud dengan memberi perhatian pada tinjauan atas potensi arkeologis yang ada di Pulau Kobror Kepulauan Aru. Sebagai sebuah kajian yang bersifat inisiasi, pendekatan yang digunakan adalah survei penjajakan guna merekam segenap data arkeologis yang ada di wilayah Kobror. Kajian pustaka juga dilakukan untuk menemukan kerangka historis wilayah kajian. Hasil penelitian menemukan aspek penting dalam tinjauan sejarah budaya di Kepulauan Aru: pertama adalah jejak budaya prasejarah yang teramati lewat situs lukisan cadas dan kedua, ragam tradisi berlanjut sebagaimana terekam dalam situs penguburan kuno yang tekait dengan aplikasi perahu sebagai simbol dan religi tradisional.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.59-74
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v9i2.204 (DOI)

  • Article
    Select

    Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kerajaan Loloda: Melacak Jejak Arkeologi dan Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Loloda - Kerajaan - Sejarah - Arkeologi - Islam - Archaeology - Cc1-960
    Description: A few historical source mention the Kingdom of Loloda as one of the great kingdoms of North Maluku, contemporaneous with the four Islamic kingdoms that developed into sultanates, namely Ternate, Tidore, Bacan and Jailolo. However, compared to these powers, the development of Islamic rule in Loloda is not well known through historical sources, and the kingdom is even said to have collapsed in the early 20th century. In this article I discuss the results of research to trace archaeological evidence about the history of the Kingdom of Loloda. Starting with literary sources, I then describe the results of archaeological surveys in the area mentioned in historical text and public information. Archaeological surveys indicate that the center of the Loloda kingdom was located in the Loloda watershed in Loloda Sub-district, Halmahera Barat District. Archaeological research results suggest the Kingdom of Loloda grew from the 16th century and experienced collapse at the time of European colonialism. Kerajaan Loloda dalam teks sumber sejarah yang terbatas, disebut-sebut sebagai salah satu kerajaan besar di Maluku Utara, sezaman dengan empat aliansi kerajaan Islam yang berkembang menjadi kesultanan yakni, Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Namun dibanding keempat kekuasaan Islam itu, Loloda tidak diketahui perkembangannya, bahkan disebut runtuh pada awal abad 20 dan hilang dalam catatan sejarah perkembangan kekuasaan Islam. Penulisan ini berdasar pada hasil penelitian untuk melacak bukti-bukti arkeologi tentang sejarah Kerajaan Loloda. Dimulai dari pengumpulan sumber literatur, kemudian dilanjutkan dengan survei arkeologi di wilayah yang disebut dalam teks sejarah dan informasi masyarakat. Berdasarkan hasil survei arkeologi, diketahui adanya lokasi yang menjadi indikasi pusat kerajaan Loloda di DAS (daerah aliran sungai) Loloda di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat. Hasil penelitian arkeologi menggambarkan bahwa Kerajaan Loloda berkembang pada abad 16 dan mengalami keruntuhan sesudahnya ketika kolonialisme bangsa Eropa berkembang di wilayah itu.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.179-194
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.423 (DOI)

  • Article
    Select

    Permasalahan Arkeologi Bawah Air Indonesia

    Harry Octavianus Sofian
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.49-65 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Permasalahan Arkeologi Bawah Air Indonesia
    Author: Harry Octavianus Sofian
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.49-65
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v6i11.144 (DOI)

  • Article
    Select

    Visi dan Misi Balai Arkeologi Ambon

    I Wayan Suantika
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.1-20 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Visi dan Misi Balai Arkeologi Ambon
    Author: I Wayan Suantika
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.1-20
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v1i1.10 (DOI)

  • Article
    Select

    Tayangan Arkeologi di Televisi: Catatan Ringan tentang Sebuah Peluang

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.77-84 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Fenomena selama dekade terakhir menunjukan kecenderungan meningkatnya tayangan bertema arkeologi pada televisi nasional dan lokal di Indonesia. Meskipun kuantitas dan kualitasnya masih jauh... dibanding tayangan sejenis di kanal-kanal internasional, kemajuan ini perlu direspon secara positif. Tulisan ini mencoba mengulas fenomena ini sebagai sebuah peluang bagi pengembangan studi arkeologi di, dibanding…
    Available
    More…
    Title: Tayangan Arkeologi di Televisi: Catatan Ringan tentang Sebuah Peluang
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Televisi, Indonesia
    Description: Fenomena selama dekade terakhir menunjukan kecenderungan meningkatnya tayangan bertema arkeologi pada televisi nasional dan lokal di Indonesia. Meskipun kuantitas dan kualitasnya masih jauh dibanding tayangan sejenis di kanal-kanal internasional, kemajuan ini perlu direspon secara positif. Tulisan ini mencoba mengulas fenomena ini sebagai sebuah peluang bagi pengembangan studi arkeologi di Indonesia.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.77-84
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v7i13.170 (DOI)

  • Article
    Select

    Peneliti Arkeologi di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.53-66 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    on the researcher in Balai Arkeologi Ambon. Analysis on the perfomance was conducted based on the synopsis of National Research Result Evaluation 2013. We hope that this paper might serves as the... discussion medium to evaluate the performance of archaeological research and develop solution for the better perfomance in the future. Penelitian arkeologi di Indonesia semakin berkembang selama tahun,…
    Available
    More…
    Title: Peneliti Arkeologi di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Peneliti, Arkeologi, Indonesia, Balai Arkeologi Ambon
    Description: The archaeological research in Indonesia is in positive progress in the last years. This situation is reflected by the increasing of public and media interest  in the archaeological and cultural historical research activity. A main factor which is determine the quality of research result and the performance of the archaeological institution is the human capital. The quality and competence of researcher serve as the main factors in  developing archaeological research institution in Indonesia. This paper will discuss the performance of archaeology researchers in Indonesia with the main focus on the researcher in Balai Arkeologi Ambon. Analysis on the perfomance was conducted based on the synopsis of National Research Result Evaluation 2013. We hope that this paper might serves as the discussion medium to evaluate the performance of archaeological research and develop solution for the better perfomance in the future. Penelitian arkeologi di Indonesia semakin berkembang selama tahun-tahun belakangan. Hal mana tercermin dari meluasnya perhatian masyarakat dan media atas aktifitas riset arkeologi dan sejarah budaya. Hal mana juga berimplikasi pada meningkatnya ekspektasi publik atas hasil penelitian. Salah satu faktor kunci yang menentukan kualitas hasil penelitian dan kinerja lembaga riset termasuk bidang arkeologi adalah sumber daya manusia. Kualitas kemampuan dan kompetensi peneliti merupakan penentu kinerja dan capaian institusi penelitian arkeologi di Indonesia. Makalah ini membahas mengenai tinjauan atas kinerja peneliti arkeologi di Indonesia dengan fokus pada kinerja peneliti di Balai Arkeologi Ambon. Telaah atas kinerja dilakukan dengan mengacu pada tujuh parameter kinerja yang disampaikan dalam sinopsis kegiatan Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Nasional 2013. Diharapkan makalah sederhana ini bisa menjadi ruang diskusi untuk melakukan evaluasi kinerja peneliti arkeologi dan membangun solusi bagi kinerja yang lebih baik ke depan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.53-66
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i1.281 (DOI)

  • Article
    Select

    Pengetahuan Arkeologi sebagai Muatan Lokal: Penerapannya di Maluku

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(1), pp.13-22 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Pengetahuan Arkeologi sebagai Muatan Lokal: Penerapannya di Maluku
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Muatan Lokal, Arkeologi, Maluku
    Description: Diversity is essentially an element that unites Indonesia. The broad geographical character of the region and the complexity of its cultural profile has established a nation with such a colorful appearance. An ability to manage this major diversity has become an absolute requirement as a country. The sensitivity to identify any  specific needs of each element of the nation would always be an aspect that must be  reviewed and reshaped periodically. Which is also included the need in the education sphere. Local content may be considered as a national solution to answer the breadth dimension of necessity in the school level for the teaching materials that linked with the local characteristics. Connected to this aspect is the interest to provide the knowledge of local culture. Archaeology is a discipline that adequate to share this strategic role for public. This article tries to discuss the contribution of the archaeological study in the development of local content in Moluccas. Literature study have been chosen as an approach to collect data. This study found that archaeology is potential to be developed as a part of local content material in Moluccas. Keberagaman sejatinya adalah elemen yang menyatukan Indonesia. Bentang luas  geografis dan wajah kompleks budaya nusantara telah membentuk suatu bangsa dengan warna yang begitu raya. Maka kemampuan untuk mengelola kebhinekaan menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki sebagai negara. Kepekaan untuk menemukenali kebutuhan-kebutuhan spesifik setiap elemen bangsa kiranya menjadi aspek yang senantiasa harus ditinjau dan dibentuk kembali. Termasuk kebutuhan dalam ranah pendidikan. Muatan lokal pada hakekatnya merupakan solusi nasional dalam menjawab luasnya dimensi kebutuhan di tingkat sekolah akan materi yang bertautan dengan karakteristik daerah. Melekat dalam hal ini adalah kebutuhan untuk menyajikan pengetahuan budaya lokal. Arkeologi juga menjadi bidang yang dituntut berbagi peran dimaksud. Tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan kontribusi studi arkeologi dalam pengembangan muatan lokal di Maluku. Studi pustaka dipilih sebagai pendekatan dalam pengumpulan data. Kajian ini menemukan bahwa arkeologi dan pengetahuan sejarah budaya potensial untuk dikembangkan sebagai bagian dari materi muatan lokal di Maluku.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(1), pp.13-22
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v10i1.214 (DOI)

  • Article
    Select

    Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(2), pp.73-84 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Penelitian arkeologi Islam di Maluku, merupakan ranah penelitian yang memiliki beragam lingkup dan cakupan kajiannya, karena memiliki dimensi yang luas, antara lain sosial, ekonomi, politik... dukungan data dari lintas batas disiplin ilmu, yang bagaimanapun merupakan kekuatan dari pendekatan arkeologi sejarah. Dari penelitian arkeologi Islam yang sudah dilakukan, pendekatan lintas displin ilmu...…
    Available
    More…
    Title: Sketsa Arkeologi Islam di Maluku: Tema dan Implementasi Penelitian
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Implementasi, Arkeologi, Islam, Data, Maluku
    Description: Penelitian arkeologi Islam di Maluku, merupakan ranah penelitian yang memiliki beragam lingkup dan cakupan kajiannya, karena memiliki dimensi yang luas, antara lain sosial, ekonomi, politik, selain tentu saja religi dan ideologi. Namun luasnya cakupan dalam perspektif horizontal, belum diimbangi oleh penggarapan penelitian yang mendalam (vertikal), sehingga penelitian arkeologi Islam, masih merupakan kepingan atau serpihanserpihan dalam sebuah mozaik hasil penelitian. Implementasi penelitian yang sudah berjalan, baru terbatas menggarap isu-isu pada tataran permukaan, sehingga berbagai hasil kesimpulan tentang peradaban Islam di Maluku., sementara ini baru menampilkan perwajahan Islam yang general. Interpretasi dan kesimpulan yang selama ini dihasilkan, lebih banyak bersandar oleh dukungan data dari lintas batas disiplin ilmu, yang bagaimanapun merupakan kekuatan dari pendekatan arkeologi sejarah. Dari penelitian arkeologi Islam yang sudah dilakukan, pendekatan lintas displin ilmu yakni sejarah dan etnografi, merupakan yang paling umum dilakukan, sementara pendekatan arkeologi sendiri sifatnya masih sangat deskriptif dan belum digunakannya perangkat keras arkeologi, misalnya memanfaatkan data eksavasi dan dating absolute untuk memastikan kapan masyarakat mengkonversi Islam di Maluku. Dalam kurun beberapa tahun, meskipun masih berupa serpihan, namun tampak upaya penelitian arkelogi Islam untuk menjangkau banyak dimensi dari data arkeologi Islam, misalnya yang berhubungan dengan tema Islamisasi dan perdagangan, ekspansi Islam dalam konteks politik dan kultural serta dinamika relasional Islam dan budaya lokal Maluku, serta perkembangan internal Islam itu sendiri dari awal hadirnya hingga persentuhannya dengan kolonialisme.   Islamic archaeological research in Maluku, is the realm of research that have diverse scope and coverage of studies, because it has large dimensions, including social, economic, political, besides of course, religion and ideology. However, the wide scope of the horizontal perspective, has not been matched by the cultivation of deep research (vertical), so the archaeological study of Islam, is still a piece or pieces in a mosaic of research results. Implementation research is already running, a new limited work on issues at the level of the surface, so that the various results of conclusions about the Islamic civilization in the Moluccas, while this new show the general appearance of Islam. Interpretations and conclusions that have been produced, more lean by data from cross-border support disciplines, which, however, is the strength of the approach of historical archeology. Of Islamic archaeological research that has been done, crossdisciplinary approach to the science of history and ethnography, the most common, while the archaeological approach itself is very descriptive in nature and has not been used hardware archeology, for example, utilize eksavation data and absolute dating community to ensure that when converting Islam in Maluku. Within a few years, though still in pieces, but it looks Islamic archaeological research efforts to reach out to many dimensions of Islamic archaeological data, such as those related to the theme of Islamization and trade, the expansion of Islam in the political and cultural context and relational dynamics of Islam and local culture of Maluku, as well as internal development of Islam itself from the beginning to the presence touch with colonialism.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(2), pp.73-84
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v8i2.189 (DOI)