174 results
Sort by:
Add to the list:
    • Article
    Select

    Kawasan Kompleks Bangunan Megalitik di Kabupaten Lahat Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya dan Alam

    Ni Komang Ayu Astiti
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.195-208 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kawasan Kompleks Bangunan Megalitik di Kabupaten Lahat Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya dan Alam
    Author: Ni Komang Ayu Astiti
    Subject: Kompleks Bangunan Megalitik - Daya Tarik Wisata - Pengelolaan
    Description: The contribution of tourism to the global economic development continues to increase, affecting the government's policy to make tourism one of the priority sectors of national development after food and maritime. This becomes an opportunity to explore creatively the potential to fill this opportunity. The main question in this research is focus on how the complex area of megalithic building can play an important role in as a resource in national development, especially in the economic sector through tourism. The objective of the study is to restore megalithic complexes from the archaeological context to the social context of today's society as a resource in the development of contemporary times while maintaining its preservation. The method used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through direct observation and interview. The results show that this cultural heritage can be a tourism commodity produces products that provide experience in: 1) important historical value; 2) the value of information; 3) aesthetic value; and 4) symbolic value. Strategies used in the management of integrating cultural heritage and the natural environment (landscape), enhancing the role of communities and other stakeholders, maintaining the originality and authenticity of megalithic and landscape buildings, and fostering the desire to invest and community effort. This management is expected to use a conservation approach to cultural and environmental resources as well as community empowerment. Kontribusi pariwisata dalam pembangunan ekonomi secara global terus meningkat, berdampak pada kebijakan pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan nasional setelah pangan dan maritim. Hal ini menjadi peluang mengekplorasi secara kreatif potensi yang ada. Permasalahan penelitian dalam tulisan ini adalah bagaimana kawasan kompleks bangunan megalitik dapat berperan penting sebagai sumber daya pembangunan nasional khususnya dalam sektor ekonomi melalui kepariwisataan. Tujuan penelitian tulisan ini untuk mengembalikan kompleks bangunan megalitik dari konteks arkeologi ke konteks sosial masyarakat sekarang sebagai sumber daya dalam pembangunan masa kekinian dengan tetap menjaga pelestariannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa warisan budaya ini dapat menjadi komoditas pariwisata yang menghasilkan produk yang memberikan pengalaman (experiences) dalam: 1) nilai penting sejarah; 2) nilai informasi; 3) nilai estetika; dan 4) nilai simbolik. Strategi yang digunakan dalam pengelolaan yaitu memadukan warisan budaya dan lingkungan alam, meningkatkan peran masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, mempertahankan originalitas dan otentisitas bangunan megalitik dan lansekap, serta menumbuhkan keinginan untuk berinvestasi dan usaha masyarakat. Pengelolaan ini diharapkan menggunakan pendekatan pelestarian sumber daya budaya dan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.195-208
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.426 (DOI)

    • Article
    Select

    Komoditas Perdagangan di Pelabuhan Internasional Samudra Pasai pada Masa Dulu dan Masa Kini

    Libra Hari Inagurasi
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.21-36 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Komoditas Perdagangan di Pelabuhan Internasional Samudra Pasai pada Masa Dulu dan Masa Kini
    Author: Libra Hari Inagurasi
    Subject: Pelayaran Perdagangan, Samudra Pasai, Komoditas, Masa Dulu, Masa Kini
    Description: Samudra Pasai, the first Islamic kingdom in Indonesia, its existence was influenced by the discovery of the cruise line across the shores from the Red Sea to India, the Malacca Strait to China. The kingdom is located on the edge of Malacca Strait as maritime kingdom developed as a harbor, commercial city, a heaven for traders from all over the world. The center of Samudra Pasai as a commercial city, many commodities are found. This study aims to provide an overview of the various commodities of the Samudra Pasai, through its cultural expression and identification of historical records, and its continuity in the present. Data collection is done through field observation, interview, and literature study. Archaeological, historical, and ethnographic data have been collected rather then analyzed and interpreted. This research reveals types of commodities of the Kingdom of Samudra Pasai, that is foreign commodities, local commodities, and the continuity of local commodities for export in the present. The artifacts of foreign trade commodities  are ceramics, and tombstones. Local trade commodities are pottery, salt, and pepper. Samudra Pasai pottery is allegedly made for storing containers and for dosage units of trade commodities such as pepper and salt. Pepper is a local exported commodity. The making of pottery, salt, and cultivation of pepper in the surroundings Site of the Samudra  Pasai in the present, is an economic activity that is likely to be a continuation of the earlier period, which has culture relationship since the Samudra Pasai period.   Samudra Pasai, Kerajaan Islam pertama di Indonesia, keberadannya dipengaruhi oleh  penemuan  jalur pelayaran melintasi pantai-pantai dari Laut Merah hingga India, Selat Malaka hingga China. Kerajaan ini terletak di tepi Selat Malaka, bercorak  maritim, berkembang sebagai  pelabuhan, kota dagang, tempat persinggahan para pedagang dari berbagai penjuru dunia. Pusat Kota Samudra Pasai memiliki   pelabuhan dan sebagai kota dagang, banyak dijumpai berbagai komoditas. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai  berbagai  komoditas masa Samudra Pasai, melalui tinggalan budayanya dan identifikasi pada catatan sejarah, serta mencermati kesinambungannya pada masa kini. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap  observasi di lapangan, wawancara, dan studi literatur. Data arkeologi, sejarah, dan etnografi yang telah terkumpul dibandingkan, dianalisis dan diinterpretasikan. Penelitian ini telah berhasil  mengungkap jenis-jenis komoditas masa Kerajaan Samudra Pasai, yakni komoditas asing, komoditas lokal, dan kesinambungannya  komoditas lokal untuk ekspor di masa kini. Artefak-artefak komoditas perdagangan asing berupa keramik, dan batu  nisan. Komoditas perdagangan lokal adalah tembikar, garam, dan lada. Tembikar Samudra Pasai diduga dibuat untuk  wadah-wadah menyimpan dan untuk satuan takaran komoditas perdagangan misalnya lada dan garam. Lada merupakan komoditas lokal yang diekspor. Pembuatan tembikar, garam, dan budi daya lada di lingkungan situs Samudra Pasai dan sekitarnya pada masa sekarang, merupakan kegiatan perekonomian, kemungkinan masih kelanjutan dari masa sebelumnya yang memiliki akar budaya sejak  pada masa Samudra Pasai.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.21-36
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.375 (DOI)

    • Article
    Select

    Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi Cirebon: Tinjauan Bangunan Kuna

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.139-154 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi Cirebon: Tinjauan Bangunan Kuna
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Trusmi, Cirebon, Kabuyutan, Islam, Bangunan, Kuna
    Description: Ki Buyut Trusmi Complex Site is one of one hundred and twelve Kabuyutan Sites in Cirebon. The number of Kabuyutan Site in Cirebon is a phenomenon which makes the Kabuyutan Site become a feature of the development of Islam in this region. This Site is one of the largest and most important Kabuyutan in Cirebon because the large size of the complex sites, the history of its construction, along with pilgrims and an important tradition that is still preserved until now. This site has a number of relics of material objects in the form of objects and buildings that stand on the site of complex spatial patterns. This paper reviews all forms of attributes that provide evidence of the antiquity of the buildings standing on it. The research in this paper uses observation, description, and interpretation methods which is supported by bibliographical studies. The results of this paper reveals that almost all the buildings change with the addition in the structural parts of the buildings as a result of renovation, in addition to this, there are new buildings constructed to complement the facilities which support the pilgrims. This paper presents the results of antiquity identification of all existing buildings in the complex Site spatial scope which becomes a trusted reference of the characteristics of Islamic archaeological remains in Cirebon area. Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi adalah salah satu dari 112 Situs Kabuyutan yang ada di Kabupaten Cirebon. Banyaknya Situs Kabuyutan di wilayah Cirebon merupakan sebuah fenomena yang membuat Situs Kabuyutan menjadi ciri dari perkembangan Islam di wilayah ini. Situs ini merupakan salah satu Situs Kabuyutan yang terbesar dan terpenting di Kabupaten Cirebon mengingat besarnya fisik kompleks situs, sejarah pembangunannya, serta para peziarah dan tradisi penting yang masih dipertahankan hingga saat ini. Situs ini memiliki sejumlah peninggalan objek material berupa benda dan bangunan yang berdiri di dalam pola keruangan kompleks situs. Tulisan ini meninjau segala bentuk atribut yang memberikan bukti-bukti kekunaan dari bangunan-bangunan yang berdiri di dalamnya. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode observasi lapangan, deskripsi, dan penafsiran yang didukung oleh data referensi pustaka. Hasil dari tulisan ini mengungkapkan hampir seluruh bangunan berubah dengan penambahan pada bagian-bagian struktur bangunan sebagai akibat dari renovasi, selain itu terdapat pula bangunan-bangunan baru yang dibangun untuk melengkapi fasilitas-fasilitas yang mendukung peziarah yang datang. Tulisan ini menyajikan hasil identifikasi kekunaan dari seluruh bangunan yang ada di dalam lingkup keruangan kompleks Situs yang secara umum menjadi referensi dari ciri tinggalan arkeologi Islam di wilayah Cirebon.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.139-154
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v11i2.293 (DOI)

    • Article
    Select

    Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila Leinitu Kecamatan Nusalaut

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.103-110 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila Leinitu Kecamatan Nusalaut
    Author: Andrew Huwae
    Subject: Gereja Ebenhaezer, Teknik Arsitektur, Tata Ruang Gereja
    Description: Not many churches in Indonesia, which still retain the authenticity of nature since the church was founded. Despite being the oldest church in Ambon Islands Lease, Ebenhaezer Church in the village of Sila Leinitu Nusa Laut sub-district which was built in 1715, is one of the many churches in the Moluccas which still retains the authenticity of nature, even after repeated experience of building renovations. This research aims to describe the architecture and layout of the church. In addition, this paper describes the findings of worship fixtures in the church hall which is now very rare in other churches in the Moluccas. Tidak banyak gereja di Indonesia yang masih mempertahankan sifat keaslian sejak gereja tersebut didirikan. Meskipun menjadi gereja tertua di Kepulauan Ambon Lease, Gereja Ebenhaezer di desa Sila Leinitu kecamatan Nusa Laut yang dibangun pada tahun 1715, adalah salah satu dari sekian banyak gereja di Maluku yang masih mempertahankan sifat keaslian tersebut, walau telah beberapa kali mengalami renovasi bangunan. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan teknik arsitektur dan tata ruang gereja. Selain itu juga, penulisan ini menjelaskan tentang hasil temuan perlengkapan peribadatan di dalam ruang gereja yang kini sudah sangat jarang ditemui pada gereja lainnya di Maluku.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.103-110
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v9i2.208 (DOI)

    • Article
    Select

    Jejak Islam Tionghoa di Wilayah Maluku, Studi Awal di Wilayah Pulau Haruku

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.27-42 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Jejak Islam Tionghoa di Wilayah Maluku, Studi Awal di Wilayah Pulau Haruku
    Author: Wuri Handoko
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.27-42
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v7i12.156 (DOI)

    • Article
    Select

    Unsur Religi pada Bangunan Tinggalan Perahu Batu di Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara Barat

    G.M. Sudarmika
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(2), pp.23-33 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Unsur Religi pada Bangunan Tinggalan Perahu Batu di Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara Barat
    Author: G.M. Sudarmika
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(2), pp.23-33
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v2i2.24 (DOI)

    • Article
    Select

    Pasang Surut Penyebaran Agama Katolik di Maluku Utara Pada Abad 16-17

    Cheviano E. Alputila
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(1), pp.1-12 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Pasang Surut Penyebaran Agama Katolik di Maluku Utara Pada Abad 16-17
    Author: Cheviano E. Alputila
    Subject: Katolik, Maluku Utara, Rempah-Rempah
    Description: Until the 18th century the spice is a tremendous appeal to the international community. No exception with cloves then just grow on some island in the North Moluccas. Two first nation to get a clove monopoly rights in North Maluku is Portuguese and Spanish. When activity in the region is not only the two nations trade, but also spread their religion is Catholicism. Through a review of the literature from a variety of sources, the conclusion about the spread of the Catholic faith that made the Portuguese and Spanish in their efforts to monopolize the clove trade in North Moluccas. In the end, the spread of Catholicism that made the Portuguese and Spanish only reinforce hatred against their local authorities and result in the expulsion of both these imperialist nations of North Moluccas. Sampai abad ke-18 rempah-rempah merupakan daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat internasional. Tidak terkecuali dengan cengkeh yang saat itu hanya tumbuh pada beberapa pulau di kawasan Maluku Utara. Dua bangsa pertama yang mendapatkan hak monopoli cengkeh di Maluku Utara adalah Portugis dan Spanyol. Saat beraktivitas di kawasan itu dua bangsa ini tidak hanya berdagang namun juga menyebarkan agama yang mereka anut yaitu Kristen Katolik. Melalui telaah pustaka dari berbagai sumber, diperoleh kesimpulan tentang penyebaran agama Katolik yang dilakukan Portugis dan Spanyol di tengah usaha mereka memonopoli perdagangan cengkeh di Maluku Utara. Pada akhirnya,  penyebaran agama Katolik yang dilakukan Portugis dan Spanyol hanya memperkuat kebencian para penguasa lokal terhadap mereka dan berakibat terusirnya kedua bangsa imperialis ini dari Maluku Utara.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(1), pp.1-12
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v10i1.213 (DOI)

    • Article
    Select

    Wisata Kampung Adat Huaulu di Pulau Seram, Maluku

    Lucas Wattimena
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.67-74 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Wisata Kampung Adat Huaulu di Pulau Seram, Maluku
    Author: Lucas Wattimena
    Subject: Kampung Adat Huaulu, Destinasi Pariwisata, Sumberdaya Budaya Bendawi
    Description: Traditional tourist village research of Huaulu on the Seram Island Central Mollucas, Mollucas Province. Is an early overview of their potential cultural resources and their supporters can be developed as a tourist destination. The purpose of this research is to know and understand the aspects of what can be developed from the cultural resources and support as a tourism destination.A qualitative approach as a method of research using data collection techniques; interviews, surveys or observation, and literature study. The results showed that the traditional tourist village of Huaulu is potential as a tourism village with emphasis on material cultural resources as a major capital management, conservation and development. Cultural resource material in question is among other things: 1) The potential for tourism and residential architecture; People of Huaulu building houses about the shape and type technique. Settlement pattern based on the rule monodualisme (good and bad, up and down, and taboos or no taboos). Aspects of technology and knowledge; is a key element in the understanding and knowledge of architecture and settlements and life cycle People of Huaulu on the environment and natural surroundings as well as human society outside their own group. 2) Potential tourism traditional arts and crafts; variety of decorative patterns and motifs People of Huaulu, and gender in the management and execution of traditional crafts. Penelitian wisata kampung adat Orang Huaulu di Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku adalah merupakan pandangan awal tentang potensi-potensi sumberdaya budaya yang ada beserta pendukungnya dapat dikembangkan sebagai tujuan pariwisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan memahami aspek-aspek apa saja yang dapat dikembangkan dari sumberdaya budaya dan pendukung tersebut sebagai destinasi pariwisata. Pendekatan kualitatif sebagai metode penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data; wawancara, survei atau observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung adat Orang Huaulu berpotensi sebagai Desa Wisata dengan mengutamakan sumberdaya budaya bendawi sebagai modal utama pengelolaan, pelesatrian dan pengembangan. Sumberdaya budaya bendawi yang dimaksud adalah antara lain :1) Potensi pariwisata arsitektur dan permukiman; bangunan rumah Orang Huaulu bentuk dan jenis peruntukannya. Pola permukiman berdasarkan kaidah monodualisme (baik buruk, atas bawah, pamali dan tidak pamali). Aspek teknologi dan pengetahuan; adalah unsur utama dalam pemahaman dan pengetahuan tentang arsitektur dan permukiman dan siklus hidup Orang Huaulu terhadap lingkungan dan alam sekitar serta manusia masyarakat diluar kelompok mereka sendiri. 2) Potensi pariwisata Seni dan kerajinan tradisional; ragam pola hias dan motif Orang Huaulu, serta gender dalam pengelolaan dan pengerjaan kerajinan tradisional.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.67-74
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v11i1.282 (DOI)

    • Article
    Select

    Situs Makam-Makam Kuna di Kabupaten Kuningan Bagian Timur: Kaitannya dengan Religi

    Effie Latifundia
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.59-70 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Situs Makam-Makam Kuna di Kabupaten Kuningan Bagian Timur: Kaitannya dengan Religi
    Author: Effie Latifundia
    Subject: Religi, Makam Kuna, Ziarah Makam
    Description: Site of ancient tombs in the eastern part of Kuningan regency, West Java shows the indication of religion and tradition. This is reflected in the lives of the communities  that adopted the practice of honoring the well known figures of the past. The graves of these famous figures such as religious leaders, community leaders, ancestors receive certain treatments. The ancient tombs have been seen as the sacred site, as well as an object of pilgrimage, and used as the media to ask for something to include offerings. This paper aims to uncover these ancient tombs with their religious background. The data have been collected  by a survey to gain information and describe the forms of ancient tombs. The results showed  that although Islam flourishes, the belief in ancestors as religion before Islam still ongoing and sustained. Essentially any form of tribute to the ancestors is a continuation of the megalithic tradition in prehistoric times. It was concluded, at the time of the influence of Islamic religious life particularly associated with death there is a reduction in pre-Islamic era. Situs makam-makam kuna di Kabupaten Kuningan bagian timur, Jawa Barat menunjukkan adanya unsur religi dan tradisi. Hal ini tercermin dalam kehidupan sebagian masyarakat adanya suatu konsep penghormatan kepada tokoh yang sudah meninggal dunia. Makam para tokoh terkenal  seperti  pemuka agama, tokoh masyarakat, leluhur mendapat perlakuan tertentu. Makam-makam kuna tersebut dikeramatkan, sebagai objek ziarah, dan dijadikan media meminta sesuatu dengan dilengkapi sesaji. Tulisan ini bertujuan mengungkap makam-makam kuna berlatar religius. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei untuk mengumpulkan informasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk makam kuno. Hasil penelitian menunjukkan meskipun Islam berkembang namun kepercayaan terhadap leluhur sebagai religi sebelum Islam masih terus berlangsung dan dipertahankan. Secara esensial adanya bentuk penghormatan kepada leluhur merupakan kelanjutan tradisi megalitik pada masa prasejarah. Disimpulkan, pada masa pengaruh Islam kehidupan religi khususnya yang berkaitan dengan kematian terdapat suatu reduksi dengan masa pra Islam.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.59-70
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.311 (DOI)

    • Article
    Select

    Tradisi Penguburan Prasejarah di Desa Aboru Pulau Haruku Maluku Tengah

    Marlyn Salhuteru
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(2), pp.60-67 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Tradisi Penguburan Prasejarah di Desa Aboru Pulau Haruku Maluku Tengah
    Author: Marlyn Salhuteru
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(2), pp.60-67
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v2i2.26 (DOI)