189 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Sumber Daya Arkeologi dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Maluku

    Ni Komang Ayu Astiti
    Kapata Arkeologi, 01 November 2016, Vol.12(1), pp.15-28 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sumber Daya Arkeologi dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Maluku
    Author: Ni Komang Ayu Astiti
    Subject: Sumber Daya Arkeologi, Pariwisata Berkelanjutan, Atraksi Wisata
    Description: Archaeological resources in Maluku has important value in regional development and spread in different natural landscape. The problem that arises is how to make the proper management of this resource as a tourist attraction while maintaining the authenticity and preservation in accordance with the character possessed. The purpose and usefulness of the research is to make the archaeological resources in the Moluccas as one of the tourist attractions that provide benefits not only economic, but also social, cultural and environmental on the current generation and the future. The data used are secondary data from the results of research that has been done before and the results of the survey author to several archaeological sites in the city of Ambon as well as if by applying the theories and concepts appropriate to address concerns and objectives. Archaeological resources in Maluku has a unique, originality, authenticity and can be used as industrial commodities tourism as a diverse tourist attractions. The management of this potential is important to increase the diversity of attractions in the ministry of foreign tourists activity continues to increase in visiting museums and archaeological sites in Indonesia. Adapted to the character development of each site and archaeological sites in the region to bring up the context of the importance and significance of contemporary leading to the realization of sustainable tourism development (sustainable tourism management). Empowering local communities is very important as one of the pillars with partnerships with other stakeholders,  and will provide benefits in balance between economic, social, cultural and environmentally sustainable manner in the community both now and for generations to come. Sumber daya arkeologi  di Maluku mempunyai nilai penting dalam pembangunan daerah dan tersebar  pada landscape alam yang  berbeda. Permasalahan yang  muncul adalah bagaimana  pengelolaan yang  tepat untuk  menjadikan sumberdaya  ini sebagai atraksi wisata dengan tetap menjaga keotentikan dan pelestariannya sesuai dengan karakter  yang  dimiliki. Tujuan dan kegunaan penelitian adalah untuk menjadikan sumber daya arkeologi di wilayah Maluku sebagai salah satu atraksi wisata yang memberikan manfaat tidak saja secara  ekonomi, tetapi juga sosial budaya dan lingkungan  pada generasi sekarang  dan yang akan datang.  Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan hasil survey penulis ke beberapa situs arkeologi yang ada di Kota Ambon serta di olah dengan menerapkan teori dan konsep yang sesuai untuk menjawab permasalahan dan tujuan.   Sumber daya arkeologi di Maluku mempunyai keunikan, orisinalitas, otentisitas dan dapat dijadikan komoditas industri pariwisata sebagai atraksi wisata yang beragam. Pengelolaan potensi ini penting  untuk meningkatkan diversifikasi atraksi  dalam pelayanan  aktivitas wisatawan mancanegara yang  terus meningkat  dalam mengunjungi museum dan situs-situs arkeologi di Indonesia.  Pengembangan disesuaikan dengan karakter dari masing-masing situs dan kawasan situs arkeologi dalam konteks untuk memunculkan nilai penting dan makna kekinian yang mengarah pada terwujudnya pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism management). Memberdayakan masyarakat lokal sangat penting sebagai salah satu pilar dengan melakukan kemitraan dengan stakeholder lain, sehingga memberikan manfaat secara seimbang antara ekonomi, sosial budaya dan lingkungan secara berkelanjutan pada masayarakat sekarang maupun pada generasi-generasi yang akan datang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2016, Vol.12(1), pp.15-28
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.312 (DOI)

  • Article
    Select

    Arkeologi Sejarah Islam di Pesisir Selatan Pulau Seram Maluku Tengah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.79-90 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Sejarah Islam di Pesisir Selatan Pulau Seram Maluku Tengah
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Islamisasi, Jaringan, Politik, Seram
    Description: The history of Islamization in the region Seram Island Maluku until recently only records the Kingdom Hoamoal as the center of Islamization in the region. However, the formation of customary lands inhabited by the Muslim community is appealing to uncover where Islam originated and how it goes. This research is focused to see Islamization networks formed on indigenous lands in the southern coastal areas of the island of Seram by conducting the archaeological research that adopted survey method and oral history interviews to discover traces of the presence of Islam. This study found that Islamization in the southern coastal areas of the island of Seram, arised from the central region of Islam in the Maluku Islands; with another possibility that have been introduced from Java and the homeland of Islam, Arab and Persia. The study also found the formation process of political networks in the spread of Islam to get to the southern coastal areas of the island of Seram. Dalam sejarah Islamisasi di wilayah Pulau Seram Maluku sejauh ini, hanya menyebut Kerajaan Hoamoal sebagai pusat Islamisasi di wilayah tersebut. Meski demikian, terbentuknya negeri-negeri adat yang dihuni komunitas muslim, menarik untuk diungkap dari mana Islam berasal dan bagaimana perkembangannya. Penelitian ini difokuskan untuk melihat jaringan Islamisasi yang terbentuk pada negeri-negeri adat di wilayah pesisir selatan Pulau Seram. Melalui penelitian arkeologi, dengan metode survei serta wawancara untuk menelusuri sejarah lisan jejak kehadiran Islam. Penelitian ini menemukan bahwa Islamisasi di wilayah pesisir selatan Pulau Seram, berasal dari wilayah pusat kekuasaan Islam di Kepulauan Maluku, juga kemungkinan dari Jawa dan tanah asal Islam dari Arab dan Persia. Penelitian ini juga menemukan bagaimana terbentuknya jaringan politik dalam proses penyebaran Islam hingga sampai ke wilayah pesisir selatan Pulau Seram.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.79-90
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.307 (DOI)

  • Article
    Select

    Potensi dan Permasalahan Tinggalan Arkeologi Masa Kolonial di Depok

    Octaviadi Abrianto
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.103-112 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Potensi dan Permasalahan Tinggalan Arkeologi Masa Kolonial di Depok
    Author: Octaviadi Abrianto
    Subject: Depok, Bangunan Kolonial, Pelestarian, Uu Cagar Budaya No 11, 2010
    Description: Depok is a small city at the outskirt of Jakarta with a very rapid development of  infrastructures in the last 36 years. Depok is also a place where first Christian community developed outside of Dutch cities in Indonesia. There are some archaeological remains in Depok; this article explores the archaeological prospects as well as some other potencies of archaeological remains in Depok. This article also investigates problems that threat the existence of archaeological remains in Depok. This article aims is to recognize  alternatives in order to preserve Colonial buildings in Depok. The result shows that archaeological potency can be identified in different segments consists of social, political, and cultural potencies in Depok.. Problems faced by archaeological remains in Depok are the lack of socialization of Cultural Heritage Enacment no. 11, 2010, status vaguesess, ownership,  and the poor coordination between  parties involved. The most important way to solve the problems above is to socialize law of cultural heritage; to develop the understanding of community for the importance of preserving cultural heritage for current and  next generation. Kota Depok merupakan kota di pinggir DKI Jakarta yang pembangunannya sangat pesat pada 36 tahun terakhir ini,. Depok juga merupakan tempat berkembangnya komunitas kristen pertama di luar komunitas perkotaan Belanda di Indonesia. Tinggalan masa kolonial di kota tersebut cukup banyak, namun terancam oleh  perkembangan kota, oleh karena itu maka perlu dilestarikan dengan memanfaatkan bangunan-bangunan kolonial yang ada. Pemanfaatan bangunan-bangunan tersebut dapat dikembangkan dengan terlebih dahulu mengidentifikasikan potensi yang ada pada bangunan-bangunan tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apa saja potensi tinggalan serta permasalahan apa saja yang  mengancam keberadaan bangunan-bangunan kolonial tersebut. Tujuan dari artikel ini adalah mencari cara melestarikan bangunan Kolonial di Depok. Metode penalaran yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah induktif. Data yang didapat menunjukkan bahwa tinggalan yang ada  berjumlah cukup banyak terdiri dari bangunan rumah tinggal, infrastruktur, pemerintahan, ibadah serta pemakaman. Potensi yang ada pada tinggalan berupa potensi arkeologis, sosial, politik, maupun budaya. Permasalahan yang ada terkait tinggalan masa kolonial di Depok adalah, kurangnya sosialisasi  UU no. 11 tahun 2010, tidak jelasnya status bangunan, tidak jelasnya kepemilikan bangunan, serta kurangnya koordinasi antara pihak-pihak yang berkepentingan. Cara paling penting untuk melestarikan bangunan Kolonial di Depok adalah dengan mensosialisasikan UU no. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya agar timbul kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi serta menjaga tinggalan arkeologi masa kolonial untuk generasi masa kini dan mendatang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.103-112
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.305 (DOI)

  • Article
    Select

    Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.28-46 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah
    Author: Wuri Handoko
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.28-46
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v2i3.36 (DOI)

  • Article
    Select

    Potensi Arkeologi Kolonial di Maluku dan Sasaran Utama Penelitiannya

    G.M. Sudarmika
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.21-27 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Potensi Arkeologi Kolonial di Maluku dan Sasaran Utama Penelitiannya
    Author: G.M. Sudarmika
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.21-27
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v2i3.35 (DOI)

  • Article
    Select

    Migrasi dalam Studi Arkeologi di Kepulauan Maluku: Sebuah Pengantar

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.76-92 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Migrasi dalam Studi Arkeologi di Kepulauan Maluku: Sebuah Pengantar
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.76-92
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v6i11.146 (DOI)

  • Article
    Select

    Sumber Daya Arkeologi di Maluku: Pemanfaatan dan Upaya Pengelolaannya

    G.M. Sudarmika
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.21-34 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sumber Daya Arkeologi di Maluku: Pemanfaatan dan Upaya Pengelolaannya
    Author: G.M. Sudarmika
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.1(1), pp.21-34
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v1i1.11 (DOI)

  • Article
    Select

    Sebelum Jalur Rempah: Awal Interaksi Niaga Lintas Batas di Maluku dalam Perspektif Arkeologi

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.47-54 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sebelum Jalur Rempah: Awal Interaksi Niaga Lintas Batas di Maluku dalam Perspektif Arkeologi
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Jalur Rempah, Arkeologi, Maluku
    Description: Spice Route has become one of the main issues in the cultural historical studies of Indonesia recently. The discussion is still attached to effort to understand the existence of spice route as the part of the extensive trade system that have been initiated by the history of contact and interaction with the traveler from Western Asia; China; and the European explorers. There were almost no discussion that tried to explore the nature of the spice route prior to the contact with the Mainland Asia and the European. Including in the Maluku Archipleago. This paper discuss the formation process of the spice trade system in the prehistoric period and early historic period in Maluku from the archaeological perspective. The approach that has been adopted in this research is bibliographical studies. This paper found that the trade system and exchange in Maluku has been initiated since the prehistoric period as has been highlighted by the arcaheological studies in the region.   Jalur rempah kembali menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi sejarah budaya Nusantara setahun terakhir. Dimana wacana yang mengemuka umumnya masih mengamati keberadaan jalur rempah sebagai jejaring yang dibentuk oleh sejarah kontak dan interaksi dengan para penjelajah dari Asia Barat; Tiongkok dan terutama para pendatang Eropa. Hampir tak ada diskusi yang mencoba mengamati kemungkinan tumbuh kembang jalur niaga ini di era yang jauh lebih awal. Termasuk di Kepulauan Maluku. Makalah ini mencoba mengamati proses pembentukan jaringan niaga dan perdagangan rempah serta aneka komoditi eksotik di masa prasejarah dan awal sejarah di Kepulauan Maluku dari sudut pandang studi arkeologi.  Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil kajian menemukan bahwa jaringan niaga dan pertukaran di Maluku telah dibentuk semenjak masa prasejarah sebagaimana ditunjukkan oleh ragam hasil penelitian arkeologi.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.47-54
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.388 (DOI)

  • Article
    Select

    Realitas Sejarah dalam Sastra Lisan Kapata Perang Kapahaha Desa Morella, Pulau Ambon

    Faradika Darman
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.131-140 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    , structure and meaning in the Kapata. Analysis result shows that Kapata Perang Kapahaha contain of historical meaning that refelected stories from the past which can be mentioned as the reference for oral... for local language in Maluku. Kapata is always be an important part and give a sacred atmosphere for the ritual. Kapata contains number of histrorical values and norms of life from the ancestors...…
    Available
    More…
    Title: Realitas Sejarah dalam Sastra Lisan Kapata Perang Kapahaha Desa Morella, Pulau Ambon
    Author: Faradika Darman
    Subject: Kapata - Sastra Lisan - Perang Kapahaha
    Description: One form of the oral literature famously known by Pepole in Maluku is kapata. It is a traditional song by the local language performes in traditional ceremonies and ritual. Bahasa Tana is the term for local language in Maluku. Kapata is always be an important part and give a sacred atmosphere for the ritual. Kapata contains number of histrorical values and norms of life from the ancestors. Hence, studies to reveal the meaning of Kapata is very important to be discussed. It is a form of this oral literature preservation and improved our knowledge on history. Therefore, this paper tries to discussed the historical reality, function and meaning of oral literature of Kapata Perang Kapahaha in Morella, Leihitu, Central Maluku. This paper uses hermeneutic approach to analyze the content, structure and meaning in the Kapata. Analysis result shows that Kapata Perang Kapahaha contain of historical meaning that refelected stories from the past which can be mentioned as the reference for oral history and as the vehichle in the costum ritual. Kapata adalah salah satu bentuk sastra lisan yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat Maluku. Kapata merupakan nyanyian adat yang dilantunkan dengan menggunakan bahasa tana pada saat upacara atau ritual adat. Bahasa tana adalah sebutan untuk bahasa daerah di Maluku. Kapata selalu menjadi bagian dari upacara dan menambah kesakralan upacara tersebut. Kapata menyimpan banyak nilai sejarah dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Kajian-kajian untuk mengungkap makna dalam kapata penting untuk didiskusikan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian sastra lisan kapata dan menambah pengetahuan terkait dengan sejarah masa lalu. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk mengkaji bagaimana realitas sejarah serta fungsi dan makna dalam sastra lisan kapata perang Kapahaha yang terdapat di Desa Morella, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Kajian ini menggunakan pendekatan hermeneutika dan menggunakan analisis isi untuk melihat struktur dan makna dalam kapata tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapata perang Kapahaha memiliki makna historis yang merefleksikan cerita sejarah masa lalu sehingga dapat dikatakan sebagai sumber penutur sejarah dan sebagai pengiring acara ritual adat.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.131-140
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.390 (DOI)

  • Article
    Select

    Arkeologi Kawasan Hatusua di Seram Bagian Barat Maluku: Hasil Penelitian Terkini dan Arah Pengembangannya

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(2), pp.125-136 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Arkeologi Ambon started a more structured research which included the mapping of potenial and excavation to identify the character of Hatusua Site. Which is included the chronological test that dated on... sufficient depth has been conducted since the first half of 1990s by the collaboration team of Indonesia and United States. In 2006 and 2009 Balai Arkeologi Ambon conducted research in this area,…
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Kawasan Hatusua di Seram Bagian Barat Maluku: Hasil Penelitian Terkini dan Arah Pengembangannya
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Maluku, Seram Barat, Hatusua
    Description: Hatusua in West Seram is one of the well known site in the archaeological study of Maluku. The first academic record of this site has been existed since the late 1980s. Archaeological studies with sufficient depth has been conducted since the first half of 1990s by the collaboration team of Indonesia and United States. In 2006 and 2009 Balai Arkeologi Ambon conducted research in this area. Despite the high records of archaeological studies, in reality a relatively complete picture and a comprehensive understanding of the site apparently cannot be obtained yet. Since 2012-2015 Balai Arkeologi Ambon started a more structured research which included the mapping of potenial and excavation to identify the character of Hatusua Site. Which is included the chronological test that dated on ± 1,100  BP. This article is the review of the research result in Hatusua Complex in the last three years.  Reconissance survey and excavation were adopted as the approach in this research.  The study found that Hatusua is a complex of sites with the coastal-inland landscape, open site and cave habitation site, with notes on continuing tradition until recently.   Hatusua di Seram Bagian Barat merupakan salah satu situs yang sudah cukup dikenal dalam rekam studi arkeologi di Maluku. Catatan akademis pertama mengenai situs ini muncul di penghujung era 1980-an. Studi arkeologi dengan cukup mendalam mulai dilakukan pada paruh pertama tahun 1990-an oleh kolaborasi tim penelitian Indonesia-Amerika Serikat. Tahun 2006 dan 2009 Balai Arkeologi Ambon kembali melakukan beberapa kajian di situs ini. Meski rekam studi arkeologi yang telah dilakukan cukup tinggi, dalam kenyataannya gambar yang relatif utuh dan pemahaman yang komprehensif  atas situs ini agaknya belum bisa diperoleh. Sejak tahun 2012 hingga 2015 Balai Arkeologi Ambon mulai melakukan studi yang lebih terarah meliputi pemetaan potensi secara lengkap serta rangkaian ekskavasi untuk menemukenali karakter kepurbakalaan yang lebih utuh dari Situs Hatusua.Termasuk uji konologi yang memberikan usia peradaban hingga ± 1,100 TYL. Artikel ini merupakan ulasan atas hasil studi yang dilakukan di Situs Hatusua selama tiga tahun terakhir. Sebagai upaya untuk merekam profil situs secara utuh maka pendekatan yang digunakan dalam rangkaian penelitian meliputi survei permukaan, ekskavasi arkeologi, studi geologi,  dan kajian etnografi. Hasil penelitian menemukan bahwa Hatusua merupakan kompleks situs dalam karakter bentang alam pesisir-pedalaman; situs hunian gua-situs terbuka, dengan ciri tradisi yang berlanjut hingga saat ini.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(2), pp.125-136
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i2.317 (DOI)