8 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Selayang Pandang tentang Tinggalan Arkeologi Kolonial dan Budaya Ikan Lompa di Negeri Haruku

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.117-126 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Selayang Pandang tentang Tinggalan Arkeologi Kolonial dan Budaya Ikan Lompa di Negeri Haruku
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.117-126
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v6i11.149 (DOI)

  • Article
    Select

    Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila Leinitu Kecamatan Nusalaut

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.103-110 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila Leinitu Kecamatan Nusalaut
    Author: Andrew Huwae
    Subject: Gereja Ebenhaezer, Teknik Arsitektur, Tata Ruang Gereja
    Description: Not many churches in Indonesia, which still retain the authenticity of nature since the church was founded. Despite being the oldest church in Ambon Islands Lease, Ebenhaezer Church in the village of Sila Leinitu Nusa Laut sub-district which was built in 1715, is one of the many churches in the Moluccas which still retains the authenticity of nature, even after repeated experience of building renovations. This research aims to describe the architecture and layout of the church. In addition, this paper describes the findings of worship fixtures in the church hall which is now very rare in other churches in the Moluccas. Tidak banyak gereja di Indonesia yang masih mempertahankan sifat keaslian sejak gereja tersebut didirikan. Meskipun menjadi gereja tertua di Kepulauan Ambon Lease, Gereja Ebenhaezer di desa Sila Leinitu kecamatan Nusa Laut yang dibangun pada tahun 1715, adalah salah satu dari sekian banyak gereja di Maluku yang masih mempertahankan sifat keaslian tersebut, walau telah beberapa kali mengalami renovasi bangunan. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan teknik arsitektur dan tata ruang gereja. Selain itu juga, penulisan ini menjelaskan tentang hasil temuan perlengkapan peribadatan di dalam ruang gereja yang kini sudah sangat jarang ditemui pada gereja lainnya di Maluku.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.103-110
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v9i2.208 (DOI)

  • Article
    Select

    Baileu: Kajian Tentang Bentuk Manifestasi Fisik dari Masyarakat Adat di Kecamatan Pulau Saparua

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(1), pp.35-42 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Baileu: Kajian Tentang Bentuk Manifestasi Fisik dari Masyarakat Adat di Kecamatan Pulau Saparua
    Author: Andrew Huwae
    Subject: Baileu, Karakter Budaya, Sistem Adat, Manifestasi Fisik
    Description: Abstrak Keadaan identitas Baileu di wilayah Kecamatan Pulau Saparua saat ini dalam keadaan cenderung rusak karakter budayanya, dan kalau berkelanjutan akan menjadi hilang, untuk itu menemukan kembali jati diri dapat membangun pemahaman tentang karakter budaya sebenarnya. Pada beberapa desa yang dijumpai di wilayah Kecamatan Pulau Saparua, kesadaran dan  karakter tradisional tersebut sudah mulai hilang. Hal ini tergambar dari keadaan arsitektur yang lebih modern, serta kurang perhatian dari masyarakat pendukungnya. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa perubahan-perubahan besar telah terjadi dalam system adat di desa-desa kecamatan Pulau Saparua dan hanya unsur-unsur atau bagian-bagian yang terpenting dari system tersebut yang masih tetap bertahan. Baileu menjadi bangunan penting yang terletak di bagian pusat desa pada seluruh masyarakat adat di wilayah Kecamatan Pulau Saparua. Baileu dapat juga disebut sebagai rumah adat yang adalah bentuk manifestasi fisik dari desa sebagai persekutuan adat untuk melakukan segala macam bentuk pertemuan dan upacara adat atau ritual di bangunan tersebut, guna kepentingan masyarakat desa.   Abstract In some villages in the subdistrict found Saparua, awareness and traditional characters  are already lost. This is illustrated by the more modern architecture, as well as the lack of attention from community supporters. This is consistent with the fact that major changes have occurred in the indigenous system in villages and districts Saparua only elements or important parts of the system that still survive.Baileu become important buildings are located at the center of the entire indigenous villages in the subdistrict Saparua. Baileu can also be referred to as a custom home is a physical manifestation of the village as a community indigenous to do all kinds of meetings and ceremonies or rituals in the building, in the interests of the villagers.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(1), pp.35-42
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v8i1.178 (DOI)

  • Article
    Select

    “Masohi, Masadingu, dan Hamaren”: Sistem Kerjasama Tradisional di Daerah Maluku

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.101-109 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: “Masohi, Masadingu, dan Hamaren”: Sistem Kerjasama Tradisional di Daerah Maluku
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.101-109
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v7i12.161 (DOI)

  • Article
    Select

    Kajian Historis tentang Sistem Perdagangan di Maluku Tengah pada Abad ke-19

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 July 2010, Vol.6(10), pp.113-120 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kajian Historis tentang Sistem Perdagangan di Maluku Tengah pada Abad ke-19
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2010, Vol.6(10), pp.113-120
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v6i10.135 (DOI)

  • Article
    Select

    Sejarah Negeri Seilale dan Perkembangannya Kini

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 November 2009, Vol.5(9), pp.32-44 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sejarah Negeri Seilale dan Perkembangannya Kini
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2009, Vol.5(9), pp.32-44
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v5i9.118 (DOI)

  • Article
    Select

    Jejak Singkat Wajah Perkembangan Kota: Pasar, Persekolahan, Perkantoran, dan Monumen di Kota Ambon pada Masa Kolonial Belanda

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 July 2009, Vol.5(8), pp.35-44 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Jejak Singkat Wajah Perkembangan Kota: Pasar, Persekolahan, Perkantoran, dan Monumen di Kota Ambon pada Masa Kolonial Belanda
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2009, Vol.5(8), pp.35-44
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v5i8.108 (DOI)

  • Article
    Select

    Sejarah Kembalinya Struktur Organisasi Pemerintahan Negeri dari Organisasi Pemerintahan Desa dan Pemekaran Kecamatan di Kota Ambon

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 November 2009, Vol.5(9), pp.74-95 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sejarah Kembalinya Struktur Organisasi Pemerintahan Negeri dari Organisasi Pemerintahan Desa dan Pemekaran Kecamatan di Kota Ambon
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2009, Vol.5(9), pp.74-95
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v5i9.121 (DOI)