6 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Tinggalan Batu Lumpang di Desa Ruko, Kecamatan Tobelo: Tinjauan Atas Konteks Sejarah dan Sosial Budaya Kerajaan-Kerajaan Lokal di Halmahera Utara

    Karyamantha Surbakti
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.1-10 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    as the strong indication of batu lumpang as the main supporting objects for the  economic activity at that time. Batu lumpang dalam khasanah arkeologi dikenal sebagai tinggalan dengan ciri yang, as the strong indication of batu lumpang as the main supporting objects for the  economic activity at that time. Batu lumpang dalam khasanah arkeologi dikenal sebagai tinggalan dengan ciri yang
    Available
    More…
    Title: Tinggalan Batu Lumpang di Desa Ruko, Kecamatan Tobelo: Tinjauan Atas Konteks Sejarah dan Sosial Budaya Kerajaan-Kerajaan Lokal di Halmahera Utara
    Author: Karyamantha Surbakti
    Subject: Batu Lumpang, Hegemoni Kekuasaan, Anasir Bangsa Asing, Konteks Sejarah, Sosial Budaya
    Description: Batu Lumpang in the archaeological perspecitve is known as remains with the characteristic as a tool for mashing food . This stone has a container shape that made of stone vessels were notched in the middle. The purpose of this study is to initiate the prelimenary study of the batu lumpang in the Ruko village, the District Tobelo , North Halmahera and will be use as a data that assist the interpreationt and explaination on the history of  North Halmahera. The research method adopted in this study is observation and interviews. Qualitative analysis and ethnoarchaeology analysis has been adopted to see the depth of the data to be interpreted. Results of the study shows that the  factors of hegemony of the Ternate empire who conquered Moro and an abundance of food sources in Moro, as well as the strong indication of batu lumpang as the main supporting objects for the  economic activity at that time. Batu lumpang dalam khasanah arkeologi dikenal sebagai tinggalan dengan ciri yang mengarah sebagai alat menumbuk makanan. Batu ini merupakan wadah yang berbentuk bejana terbuat dari batu yang berlekuk di tengahnya. Tujuan dari penelitian ini sebagai studi awal dalam melihat tinggalan batu lumpang yang ada di Desa Ruko Kec. Tobelo Kab. Halmahera Utara sebagai data yang membantu menginterpretasi dan menjelaskan sebuah peristiwa sejarah yang panjang di Halmahera Utara. Metode penelitian menggunakan observasi langsung dan wawancara. Analisis kualitatif dan analisis etnoarkeologi diperlukan untuk melihat kedalaman data yang hendak diinterpretasikan. Hasil dari penelitian adalah faktor hegemoni kekuasaan dari kerajaan Ternate yang menaklukkan kerajaan Moro dan berlimpahnya sumber bahan pangan di Moro menjadikan indikasi kuat batu lumpang sebagai penyokong aktivitas ekonomi pada kala itu.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.1-10
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v11i1.277 (DOI)

  • Article
    Select

    Tradisi Penggunaan Dolmen di Situs Batu Berak, Desa Purawiwitan Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Kajian Fungsi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendirian Dolmen)

    Karyamantha Surbakti
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.40-58 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Tradisi Penggunaan Dolmen di Situs Batu Berak, Desa Purawiwitan Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Kajian Fungsi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendirian Dolmen)
    Author: Karyamantha Surbakti
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.40-58
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v7i13.168 (DOI)

  • Article
    Select

    Karakteristik dan Habitasi Moluska di Situs Hatusua Seram Bagian Barat Maluku Indonesia

    Karyamantha Surbakti, Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.91-102 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Karakteristik dan Habitasi Moluska di Situs Hatusua Seram Bagian Barat Maluku Indonesia
    Author: Karyamantha Surbakti; Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Moluska, Habitasi, Ekskavasi
    Description: Hatusua is a late prehistoric site in the southern coast of west Seram. Chronologically dated until 1,100 BP, Hatusua is a site with rich molusc findings. The aim of this research is to identify the profile of molusc in Hatusua site and its habitation characteristic in the regional context. Collecting data with surface survey, excavation and bibliographical study have been adopted as the approach in this research. The results show that The Hatusua Site is Site Complex with the history of geological genesis was a part of wallacea with the biotic marine faunal profile related to Sahul. Situs Hatusua adalah situs berkarakter masa prasejarah akhir di wilayah pesisir selatan seram bagian barat. Situs yang memiliki penanggalan hingga 1,100 tahun silam, ini merupakan salah satu situs yang banyak diidentifikasi temuan moluska. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali profil temuan moluska yang ada di Situs Hatusua dan karakteristik habitasinya dalam konteks kawasan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei permukaan, ekskavasi dan telaah pustaka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Situs Hatusua yang berada di Seram Bagian Barat merupakan kawasan situs yang memiliki histori pembentukan geologisnya termasuk dalam zona transisi Asia-Australia (Wallasea) dengan kecenderungan fauna biotis lautnya termasuk dalam kategori Zona Kawasan Sahul.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.91-102
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.316 (DOI)

  • Article
    Select

    Penggunaan Tinggalan Batu Pamali sebagai Media Pelantikan Raja di Desa Liang Kec. Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah

    Karyamantha Surbakti
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(2), pp.77-84 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Penggunaan Tinggalan Batu Pamali sebagai Media Pelantikan Raja di Desa Liang Kec. Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah
    Author: Karyamantha Surbakti
    Subject: Batu Pamali, Tradisi Megalitik, Ritus, Pelantikan Raja
    Description: The Scattered remains of the prehistoric period in the Moluccas is patterned megalithic artifacts. Such objects are usually stillin contact with communal society and often used as a megalithic tradition. The purpose of research is to look at the dimensions of contemporary culture and taboos of the stone used as a medium for the inauguration rite father the king. The method used in this study is a qualitative approach and the approach etnoarkeologi. Obtained from this study is a holistic picture that taboos are still preserved remains of stone used in communal societies. Research conclusions obtained is that the tradition continues the use of stone as a medium pamali rite inauguration of the king is a wealth of local cultural repertoire. Tinggalan masa prasejarah yang tersebar di daerah Maluku adalah artefak yang bercorak megalitik. Benda tersebut biasanya masih bersinggungan dengan komunal masyarakat dan acapkali digunakan sebagai tradisi megalitik. Tujuan penelitian adalah untuk melihat dimensi kebudayaan dan kekinian dari batu pamali yang digunakan sebagai media ritus pelantikan bapa raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan pendekatan etnoarkeologi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebuah gambaran yang holistik bahwa tinggalan batu pamali masih lestari digunakan dalam komunal masyarakat. Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah bahwa tradisi berlanjut yang menggunakan batu pamali sebagai media ritus pelantikan raja merupakan khasanah kekayaan budaya lokal.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(2), pp.77-84
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v10i2.224 (DOI)

  • Article
    Select

    Kebijakan Pengelolaan Warisan Budaya Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 (Perihal Pemberian Insentif dan Kompensasi)

    Karyamantha Surbakti
    Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.141-150 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kebijakan Pengelolaan Warisan Budaya Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 (Perihal Pemberian Insentif dan Kompensasi)
    Author: Karyamantha Surbakti
    Subject: Undang-Undang Cagar Budaya - Peninggalan Purbakala - Insentif - Kompensasi
    Description: Several articles of various legal provisions outside Statutory of Cultural Heritage No. 11/2010 concerning cultural heritage have mentioned the issue of incentives and compensation. The incentives and compensation here is given by the government when the public has an cultural heritage objects. The government provides relief by not imposing tax status to the communities that have cultural heritage in the form of sites or buildings. The purpose of this conceptual framework is to identify and recognize how the government seeks to pay attention to aspects of participating communities to protect and preserved cultural heritage. The approached adopted in this study is literature review, using Statutory of land and bulding tax No.12/1994 and the regulation of Public Works and Public Housing Republic of Indonesia No.1/PRT/M/2015 as the main source and some articles related to cultural heritage. The results of the discussion provide an illustration that the government is pursuing a legal product related to incentives and compensation to people who have ancient relics as an effort for the preservation of cultural heritage pertaining to the community. Beberapa pasal dari berbagai ketetapan hukum di luar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 mengenai cagar budaya, telah menyebutkan dan mencantumkan perihal pemberian insentif dan kompensasi. Insentif dan kompensasi di sini diberikan oleh pemerintah ketika masyarakat memiliki suatu peninggalan purbakala. Pemerintah memberikan keringanan dengan tidak mengenakan status pajak kepada masyarakat yang memiliki warisan budaya/cagar budaya berupa situs atau bangunan. Tujuan dari kerangka konseptual ini adalah untuk mengenali bagaimana pemerintah berusaha memperhatikan aspek masyarakat yang berpartisipasi untuk melindungi dan menjaga cagar budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, dengan menggunakan Undang-undang Pajak Bumi Bangunan Nomor 12 Tahun 1994 serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Nomor 1/PRT/M/2015 sebagai sumber utama dan beberapa tulisan yang berkaitan dengan cagar budaya. Hasil pembahasan memberikan gambaran bahwa pemerintah mengupayakan sebuah produk hukum yang berkenaan dengan insentif dan kompensasi kepada masyarakat yang memiliki peninggalan purbakala sebagai usaha untuk pelestarian cagar budaya yang bersinggungan dengan masyarakat.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 November 2017, Vol.13(2), pp.141-150
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i2.397 (DOI)

  • Article
    Select

    Tinggalan Megalitik sebagai Media Religi di Pura Luhur Muncak Sari Dusun Anyar, Desa Sangketan, Penebel, Tabanan Bali: Tinjauan Sosiofak dan Orientasi Lingkungan

    Karyamantha Surbakti
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.62-77 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Tinggalan Megalitik sebagai Media Religi di Pura Luhur Muncak Sari Dusun Anyar, Desa Sangketan, Penebel, Tabanan Bali: Tinjauan Sosiofak dan Orientasi Lingkungan
    Author: Karyamantha Surbakti
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(12), pp.62-77
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v7i12.158 (DOI)