22 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Arkeologi Pulau Kobror Kepulauan Aru

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.59-74 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Pulau Kobror Kepulauan Aru
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Pulau Kobror, Seni Cadas
    Description: The Aru islands is one of the key regions in the cultural historical study of Southeast Asia and Australia. This major role is represented at least by two aspects: firstly, the paleogeographical character of the Aru Islands as an extension of Sahul land that included New Guinea and Australia and secondly the role as a resource regio for exotic commodities such as pearl and bird of paradise. With this specific profile, Aru islands is potential to be studied archaeologically. Few archaeological studies had been initiated over last decade but still not balance with the colossal profile of regoin’s cultural history. This study tries to contribute in improving such condition by focusing on the archeological potential in the kobror island. As an initial study, this research has adopted the reconnaissance survey as a key method to collect data. Referential study also has been adapted to reconigze the historical background of the region. This study found that two major aspects : firstly, the prehistotic character of the archaeological profile of the region as represented by the presence of a rock art sites and secondly, living tradition as reflected by the representation of cave burial that associated with the application of boat as a symbol and traditional religion. Kepulauan Aru adalah salah satu kawasan terpenting dalam studi sejarah budaya di Asia Tenggara dan Australia. Peran penting ini setidaknya diwakili oleh dua aspek: pertama, karakter paleogeografi Kepulauan Aru yang merupakan bagian dari perluasan daratan besar Sahul yang mencakup juga Papua dan Australia serta kedua, peran khas wilayah ini sebagai salah satu kawasan sumber komoditi eksotik seperti mutiara dan bulu burung cendrawasih. Dengan profil yang sedemikian kepulauan ini sejatinya memiliki potensi arkeologis yang cukup raya untuk dikaji. Beberapa penelitian arkeologis pada tahap mula memang telah dilaksanakan. Namun dirasa belum berbanding lurus dengan luasnya cakupan sejarah budaya wilayah ini. Tulisan ini mencoba untuk mengisi ruang dimaksud dengan memberi perhatian pada tinjauan atas potensi arkeologis yang ada di Pulau Kobror Kepulauan Aru. Sebagai sebuah kajian yang bersifat inisiasi, pendekatan yang digunakan adalah survei penjajakan guna merekam segenap data arkeologis yang ada di wilayah Kobror. Kajian pustaka juga dilakukan untuk menemukan kerangka historis wilayah kajian. Hasil penelitian menemukan aspek penting dalam tinjauan sejarah budaya di Kepulauan Aru: pertama adalah jejak budaya prasejarah yang teramati lewat situs lukisan cadas dan kedua, ragam tradisi berlanjut sebagaimana terekam dalam situs penguburan kuno yang tekait dengan aplikasi perahu sebagai simbol dan religi tradisional.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(2), pp.59-74
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v9i2.204 (DOI)

  • Article
    Select

    Tayangan Arkeologi di Televisi: Catatan Ringan tentang Sebuah Peluang

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.77-84 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Fenomena selama dekade terakhir menunjukan kecenderungan meningkatnya tayangan bertema arkeologi pada televisi nasional dan lokal di Indonesia. Meskipun kuantitas dan kualitasnya masih jauh... dibanding tayangan sejenis di kanal-kanal internasional, kemajuan ini perlu direspon secara positif. Tulisan ini mencoba mengulas fenomena ini sebagai sebuah peluang bagi pengembangan studi arkeologi di, dibanding…
    Available
    More…
    Title: Tayangan Arkeologi di Televisi: Catatan Ringan tentang Sebuah Peluang
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Televisi, Indonesia
    Description: Fenomena selama dekade terakhir menunjukan kecenderungan meningkatnya tayangan bertema arkeologi pada televisi nasional dan lokal di Indonesia. Meskipun kuantitas dan kualitasnya masih jauh dibanding tayangan sejenis di kanal-kanal internasional, kemajuan ini perlu direspon secara positif. Tulisan ini mencoba mengulas fenomena ini sebagai sebuah peluang bagi pengembangan studi arkeologi di Indonesia.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.77-84
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v7i13.170 (DOI)

  • Article
    Select

    Peneliti Arkeologi di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.53-66 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    on the researcher in Balai Arkeologi Ambon. Analysis on the perfomance was conducted based on the synopsis of National Research Result Evaluation 2013. We hope that this paper might serves as the... discussion medium to evaluate the performance of archaeological research and develop solution for the better perfomance in the future. Penelitian arkeologi di Indonesia semakin berkembang selama tahun,…
    Available
    More…
    Title: Peneliti Arkeologi di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Peneliti, Arkeologi, Indonesia, Balai Arkeologi Ambon
    Description: The archaeological research in Indonesia is in positive progress in the last years. This situation is reflected by the increasing of public and media interest  in the archaeological and cultural historical research activity. A main factor which is determine the quality of research result and the performance of the archaeological institution is the human capital. The quality and competence of researcher serve as the main factors in  developing archaeological research institution in Indonesia. This paper will discuss the performance of archaeology researchers in Indonesia with the main focus on the researcher in Balai Arkeologi Ambon. Analysis on the perfomance was conducted based on the synopsis of National Research Result Evaluation 2013. We hope that this paper might serves as the discussion medium to evaluate the performance of archaeological research and develop solution for the better perfomance in the future. Penelitian arkeologi di Indonesia semakin berkembang selama tahun-tahun belakangan. Hal mana tercermin dari meluasnya perhatian masyarakat dan media atas aktifitas riset arkeologi dan sejarah budaya. Hal mana juga berimplikasi pada meningkatnya ekspektasi publik atas hasil penelitian. Salah satu faktor kunci yang menentukan kualitas hasil penelitian dan kinerja lembaga riset termasuk bidang arkeologi adalah sumber daya manusia. Kualitas kemampuan dan kompetensi peneliti merupakan penentu kinerja dan capaian institusi penelitian arkeologi di Indonesia. Makalah ini membahas mengenai tinjauan atas kinerja peneliti arkeologi di Indonesia dengan fokus pada kinerja peneliti di Balai Arkeologi Ambon. Telaah atas kinerja dilakukan dengan mengacu pada tujuh parameter kinerja yang disampaikan dalam sinopsis kegiatan Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Nasional 2013. Diharapkan makalah sederhana ini bisa menjadi ruang diskusi untuk melakukan evaluasi kinerja peneliti arkeologi dan membangun solusi bagi kinerja yang lebih baik ke depan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.53-66
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i1.281 (DOI)

  • Article
    Select

    Pengetahuan Arkeologi sebagai Muatan Lokal: Penerapannya di Maluku

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(1), pp.13-22 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Pengetahuan Arkeologi sebagai Muatan Lokal: Penerapannya di Maluku
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Muatan Lokal, Arkeologi, Maluku
    Description: Diversity is essentially an element that unites Indonesia. The broad geographical character of the region and the complexity of its cultural profile has established a nation with such a colorful appearance. An ability to manage this major diversity has become an absolute requirement as a country. The sensitivity to identify any  specific needs of each element of the nation would always be an aspect that must be  reviewed and reshaped periodically. Which is also included the need in the education sphere. Local content may be considered as a national solution to answer the breadth dimension of necessity in the school level for the teaching materials that linked with the local characteristics. Connected to this aspect is the interest to provide the knowledge of local culture. Archaeology is a discipline that adequate to share this strategic role for public. This article tries to discuss the contribution of the archaeological study in the development of local content in Moluccas. Literature study have been chosen as an approach to collect data. This study found that archaeology is potential to be developed as a part of local content material in Moluccas. Keberagaman sejatinya adalah elemen yang menyatukan Indonesia. Bentang luas  geografis dan wajah kompleks budaya nusantara telah membentuk suatu bangsa dengan warna yang begitu raya. Maka kemampuan untuk mengelola kebhinekaan menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki sebagai negara. Kepekaan untuk menemukenali kebutuhan-kebutuhan spesifik setiap elemen bangsa kiranya menjadi aspek yang senantiasa harus ditinjau dan dibentuk kembali. Termasuk kebutuhan dalam ranah pendidikan. Muatan lokal pada hakekatnya merupakan solusi nasional dalam menjawab luasnya dimensi kebutuhan di tingkat sekolah akan materi yang bertautan dengan karakteristik daerah. Melekat dalam hal ini adalah kebutuhan untuk menyajikan pengetahuan budaya lokal. Arkeologi juga menjadi bidang yang dituntut berbagi peran dimaksud. Tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan kontribusi studi arkeologi dalam pengembangan muatan lokal di Maluku. Studi pustaka dipilih sebagai pendekatan dalam pengumpulan data. Kajian ini menemukan bahwa arkeologi dan pengetahuan sejarah budaya potensial untuk dikembangkan sebagai bagian dari materi muatan lokal di Maluku.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.10(1), pp.13-22
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v10i1.214 (DOI)

  • Article
    Select

    Migrasi dalam Studi Arkeologi di Kepulauan Maluku: Sebuah Pengantar

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.76-92 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Migrasi dalam Studi Arkeologi di Kepulauan Maluku: Sebuah Pengantar
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.76-92
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v6i11.146 (DOI)

  • Article
    Select

    Sebelum Jalur Rempah: Awal Interaksi Niaga Lintas Batas di Maluku dalam Perspektif Arkeologi

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.47-54 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Sebelum Jalur Rempah: Awal Interaksi Niaga Lintas Batas di Maluku dalam Perspektif Arkeologi
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Jalur Rempah, Arkeologi, Maluku
    Description: Spice Route has become one of the main issues in the cultural historical studies of Indonesia recently. The discussion is still attached to effort to understand the existence of spice route as the part of the extensive trade system that have been initiated by the history of contact and interaction with the traveler from Western Asia; China; and the European explorers. There were almost no discussion that tried to explore the nature of the spice route prior to the contact with the Mainland Asia and the European. Including in the Maluku Archipleago. This paper discuss the formation process of the spice trade system in the prehistoric period and early historic period in Maluku from the archaeological perspective. The approach that has been adopted in this research is bibliographical studies. This paper found that the trade system and exchange in Maluku has been initiated since the prehistoric period as has been highlighted by the arcaheological studies in the region.   Jalur rempah kembali menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi sejarah budaya Nusantara setahun terakhir. Dimana wacana yang mengemuka umumnya masih mengamati keberadaan jalur rempah sebagai jejaring yang dibentuk oleh sejarah kontak dan interaksi dengan para penjelajah dari Asia Barat; Tiongkok dan terutama para pendatang Eropa. Hampir tak ada diskusi yang mencoba mengamati kemungkinan tumbuh kembang jalur niaga ini di era yang jauh lebih awal. Termasuk di Kepulauan Maluku. Makalah ini mencoba mengamati proses pembentukan jaringan niaga dan perdagangan rempah serta aneka komoditi eksotik di masa prasejarah dan awal sejarah di Kepulauan Maluku dari sudut pandang studi arkeologi.  Pendekatan yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil kajian menemukan bahwa jaringan niaga dan pertukaran di Maluku telah dibentuk semenjak masa prasejarah sebagaimana ditunjukkan oleh ragam hasil penelitian arkeologi.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.47-54
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.388 (DOI)

  • Article
    Select

    Arkeologi Kawasan Hatusua di Seram Bagian Barat Maluku: Hasil Penelitian Terkini dan Arah Pengembangannya

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(2), pp.125-136 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Arkeologi Ambon started a more structured research which included the mapping of potenial and excavation to identify the character of Hatusua Site. Which is included the chronological test that dated on... sufficient depth has been conducted since the first half of 1990s by the collaboration team of Indonesia and United States. In 2006 and 2009 Balai Arkeologi Ambon conducted research in this area,…
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Kawasan Hatusua di Seram Bagian Barat Maluku: Hasil Penelitian Terkini dan Arah Pengembangannya
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Maluku, Seram Barat, Hatusua
    Description: Hatusua in West Seram is one of the well known site in the archaeological study of Maluku. The first academic record of this site has been existed since the late 1980s. Archaeological studies with sufficient depth has been conducted since the first half of 1990s by the collaboration team of Indonesia and United States. In 2006 and 2009 Balai Arkeologi Ambon conducted research in this area. Despite the high records of archaeological studies, in reality a relatively complete picture and a comprehensive understanding of the site apparently cannot be obtained yet. Since 2012-2015 Balai Arkeologi Ambon started a more structured research which included the mapping of potenial and excavation to identify the character of Hatusua Site. Which is included the chronological test that dated on ± 1,100  BP. This article is the review of the research result in Hatusua Complex in the last three years.  Reconissance survey and excavation were adopted as the approach in this research.  The study found that Hatusua is a complex of sites with the coastal-inland landscape, open site and cave habitation site, with notes on continuing tradition until recently.   Hatusua di Seram Bagian Barat merupakan salah satu situs yang sudah cukup dikenal dalam rekam studi arkeologi di Maluku. Catatan akademis pertama mengenai situs ini muncul di penghujung era 1980-an. Studi arkeologi dengan cukup mendalam mulai dilakukan pada paruh pertama tahun 1990-an oleh kolaborasi tim penelitian Indonesia-Amerika Serikat. Tahun 2006 dan 2009 Balai Arkeologi Ambon kembali melakukan beberapa kajian di situs ini. Meski rekam studi arkeologi yang telah dilakukan cukup tinggi, dalam kenyataannya gambar yang relatif utuh dan pemahaman yang komprehensif  atas situs ini agaknya belum bisa diperoleh. Sejak tahun 2012 hingga 2015 Balai Arkeologi Ambon mulai melakukan studi yang lebih terarah meliputi pemetaan potensi secara lengkap serta rangkaian ekskavasi untuk menemukenali karakter kepurbakalaan yang lebih utuh dari Situs Hatusua.Termasuk uji konologi yang memberikan usia peradaban hingga ± 1,100 TYL. Artikel ini merupakan ulasan atas hasil studi yang dilakukan di Situs Hatusua selama tiga tahun terakhir. Sebagai upaya untuk merekam profil situs secara utuh maka pendekatan yang digunakan dalam rangkaian penelitian meliputi survei permukaan, ekskavasi arkeologi, studi geologi,  dan kajian etnografi. Hasil penelitian menemukan bahwa Hatusua merupakan kompleks situs dalam karakter bentang alam pesisir-pedalaman; situs hunian gua-situs terbuka, dengan ciri tradisi yang berlanjut hingga saat ini.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(2), pp.125-136
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i2.317 (DOI)

  • Article
    Select

    Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.75-86 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Arah Dan Peran Penelitian, Maluku
    Description: A year has passed since the celebration of 100th years of Indonesian archaeology. On June 14th 2013, this golden moment was commemorated by institutions and individuals. The nostalgic euphoria has been transformed into the festive spirit of various events. Ranging from seminars to exhibitions. From small gatherings to the colosal stages. There is a pride that rised from the establishment of this 100th anniversary. This article tries to discuss the current situation in the Indonesian archaeology by dissect the anatomy of archaeological research in the Moluccas Archipleago. The ideas disscussed will cover the review of archaeological research in the Moluccas historically; followed by observing the recent activities  to understand the impacts of archaeological research for the region and its communities; and finally initiate the discussion on choosing the direction and the role of archaeological research for the academic and social purpose in the near future. Tak terasa hampir setahun telah dilewati sejak perayaan satu abad purbakala Nusantara. Tepat tanggal 14 Juni 2013 silam, momentum emas ini diperingati segenap insan arkeologi Indonesia. Gempita nostalgia dikemas menjadi semangat perayaan dalam berbagai kegiatan. Mulai dari seminar sampai pameran. Sekedar sukuran hingga pentas kolosal. Ada kebanggaan yang membuncah dari angka mapan usia ke-100. Kini pesta telah usai. Segalanya kembali senyap.  Rasanya tepat untuk mulai merenung. Tentang makna menjadi lembaga dengan umur yang bahkan lebih sepuh dari negara. Memikirkan kembali kiprah pun capaian. Menemukenali kekurangan dan kendala. Adakah arkeologi akan terus mengalir dengan wawasan klasik business as usual? Ataukah memilih bercermin pada jernih kondisi kekinian dan bergegas membenahi diri? Makalah ini mencoba mengamati kondisi terkini arkeologi nasional dengan membedah anatomi penelitian arkeologi di Kepulauan Maluku dalam kerangka kronologis. Alur gagasan yang dibahas mencakup tinjauan atas rekam historis penelitian yang membentuk wajah arkeologi Maluku; dilanjutkan dengan mengamati aktivitas masa kini guna melihat aktualisasi studi arkeologi bagi kemajuan wilayah dan masyarakat; serta membuka ruang diskusi tentang memilih arah dan menentukan peran penelitian arkeologi bagi tujuan akademis dan sosial di masa mendatang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.75-86
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i2.288 (DOI)

  • Article
    Select

    Arkeologi Kepulauan Tanimbar Bagian Utara: Tinjauan Potensi di Pulau Fordata dan Pulau Larat Maluku Indonesia

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.43-58 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Kepulauan Tanimbar Bagian Utara: Tinjauan Potensi di Pulau Fordata dan Pulau Larat Maluku Indonesia
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Tinjauan Potensi, Pulau Larat, Pulau Fordata
    Description: Tanimbar islands is one of the most southern island group in Maluku.  This area is a land bridge that connects Kei-Aru Islands and Papua with the Babar-Sermata Islands until Timor.  Directly adjacent to Australia, Tanimbar is also an area of the outer boundary of Indonesia. This area is also known for its rich variety of cultural heritage. As reflected in the academics works and diverse collection of Tanimbar material culture in various world museum.  Archaeological study have been conducted since 2006 but only covered the southern part of this archipelago. This paper is the result of the archaeological studies in the Northern Part of the Tanimbar Islands with the focus on Fordata and Larat Island. The reconaissance survey have been adopted as the approach in this research. This study found that the island of Larat and Fordata is rich with the archaeological potential and is recommended to be followed with the further research in the future. Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu gugus pulau paling selatan yang terletak di Maluku. Wilayah ini merupakan jembatan darat yang menghubungkan antara Kepulauan Kei-Aru dan Papua dengan Kepulauan Babar-Sermata hingga Timor dan Nusa Tenggara. Berbatasan langsung dengan Australia, Kepulauan Tanimbar juga merupakan kawasan tapal batas terluar Nusantara. Wilayah ini juga dikenal dengan ragam pusaka budaya yang kaya. Sebagaimana ditemukan dalam karya akademis dan ragam koleksi benda budaya Tanimbar di berbagai museum dunia. Studi arkeologi telah dilakukan sejak tahun 2006 namun hanya menjangkau wilayah bagian selatan dan tenggara kepulauan ini. Makalah ini merupakan hasil studi arkeologis untuk wilayah Tanimbar Bagian Utara dengan perhatian pada Pulau Fordata dan Pulau Larat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei penjajakan. Hasil penelitian menemukan bahwa Pulau Fordata dan Pulau Larat kaya dengan potensi kepurbakalaan dan layak ditindaklanjuti dengan studi arkeologis yang lebih mendalam.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.43-58
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.318 (DOI)

  • Article
    Select

    Survei Arkeologis di Kawasan Halmahera Bagian Tengah

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(1), pp.13-28 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Survei Arkeologis di Kawasan Halmahera Bagian Tengah
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Halmahera Tengah, Kawasan Karst
    Description: Halmahera is one main island in the northeast region of Wallacea. Having a uniquely environmental profile, Halmahera also serves as a home for a long cultural historical process of this region. Including for archaeological studies. Numbers of preliminary studies have been conducted to understand the dynamic of region’s culture in the past. Unfortunately, the quantity and the depth of these studies have not equivalent to the colossal potential of Halmahera’s culture history. This research is a part of the efforts to contribute in completing our knowledge on the dynamics of culture history in Halmahera. Focus of this research is to identify the archaeological potential in the geographic area of Central Halmahera. The opening of the large scale nickel mines in this region which is potentially threaten the preservation of the cultural heritage is the main consideration in chosing the research locus. Prelimenary survey has been adopted as an approach in this research. This study found that the region of Central Halmahera is a high potentially area for archaeological research according to the large coverage of the karst area in this region. Rescue and preservation action of sites in the mining area is absolutely necessary in order to maintaining the existence of all cultural heritage in the region. Halmahera merupakan salah satu daratan utama di timur laut kawasan Wallasea. Tidak hanya memiliki profil lingkungan yang khas, Halmahera juga merupakan rumah bagi proses panjang sejarah budaya kawasan. Termasuk bagi studi arkeologis. Berbagai kajian awal telah dilakukan untuk memahami dinamika budaya masa lalu di wilayah ini. Meski demikian kuantitas dan kedalamannya kiranya belum berbanding lurus dengan potensi raya sejarah budaya Halmahera sebagai sebuah kawasan. Kajian ini merupakan bagian dari upaya dalam berkontribusi melengkapi pengetahuan terkait dinamika sejarah budaya di wilayah Halmahera. Fokus penelitian diarahkan untuk menemukan segenap potensi arkeologis dalam lingkup geografis Halmahera Bagian Tengah. Pembukaan tambang nikel berskala besar di wilayah ini yang mengancam kelestarian warisan budaya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan lokus. Survei penjajakan diadopsi sebagai metode dalam kajian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa wilayah Halmahera Tengah memiliki potensi tinggi secara arkeologis mengacu pada bentang luas kawasan karst yang potensial sebagai hunian masa lalu dan segenap jejak tradisi yang masih melekat dalam keseharian masyarakat. Tindakan penyelamatan dan pelestarian atas situs-situs dalam pertambangan nikel mutlak diperlukan untuk menjaga eksistensi segenap warisan budaya dalam kawasan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(1), pp.13-28
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v9i1.196 (DOI)