6 results
Sort by:
Add to the list:
  • Article
    Select

    Babak Baru Jurnal Ilmiah Arkeologi di Indonesia

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.55-72 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    dissemination of Indonesian scientific journals globally. Since 2016 counted ten media ejurnal developed by the Puslit Arkenas and Balai Arkeologi have been active online. The condition of Indonesian... Arkeologi. So with this age, archeological research institute is required to make a real contribution to the nation based on the scientific publication. Scientific journal for decades using the paradigm…
    Available
    More…
    Title: Babak Baru Jurnal Ilmiah Arkeologi di Indonesia
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Arkeologi, Ejurnal, Puslit Arkenas, Balai Arkeologi, Indonesia
    Description: Indonesian archeological research institute has been more than a century, marked by the establishment of Oudheidkundige Dienst in 1913, now become Puslit Arkenas to supervise ten of Balai Arkeologi. So with this age, archeological research institute is required to make a real contribution to the nation based on the scientific publication. Scientific journal for decades using the paradigm of the printed journal, but now with many rules imposed by LIPI and Dikti are faced with a new paradigm, that is management of ejournal. The enactment of ejournal regulations positively impact on the dissemination of Indonesian scientific journals globally. Since 2016 counted ten media ejurnal developed by the Puslit Arkenas and Balai Arkeologi have been active online. The condition of Indonesian archaeology ejournals so far have not yet reached the ideal expectations as a level of national research institute, but based on the research result in this study shows that the Indonesian archaeology ejournals have a prospect to become International journal. The result of the study also reveals that there are still some obstacles either in technical or non technical. Puslit Arkenas and Balai Arkeologi are expected to run along to developing strategy towards national accreditation in the near and road to international journal in the long term. The highest contribution of national research institute to the nation is having the research published in scientific journals recognized by one of the two International indexer institutions of high repute, the Thomson Reuters / Web of Sciene and Scopus.   Lembaga riset arkeologi Indonesia telah berusia lebih dari satu abad, sejak didirikannya Oudheidkundige Dienst oleh Pemerintah Kolonial di tahun 1913 hingga saat ini menjadi Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan membawahi sepuluh Balai Arkeologi. Maka dengan usia yang telah dewasa ini lembaga riset arkeologi dituntut untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa sesuai marwah lembaga riset, yaitu publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal menjadi parameter kunci untuk menilai kinerja suatu lembaga riset. Jurnal ilmiah yang selama berpuluh tahun menggunakan paradigma jurnal tercetak kini dengan berbagai aturan yang diberlakukan oleh LIPI dan Dikti dihadapkan pada paradigma baru, yaitu pengelolaan jurnal elektronik. Pemberlakuan peraturan ejurnal berdampak positif terhadap diseminasi jurnal ilmiah arkeologi Indonesia secara global. Mulai tahun 2016 terhitung sepuluh media ejurnal yang dibangun oleh Puslit Arkenas dan Balai-Balai Arkeologi telah aktif secara daring. Kondisi ejurnal arkeologi Indonesia sejauh ini terbilang masih belum mencapai harapan ideal sebagai jurnal elektronik di kelas lembaga riset nasional, namun berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa prospek ejurnal arkeologi Indonesia menuju jurnal Internasional cukup berpeluang. Namun hasil kajian penelitian ini juga mengungkapkan masih terdapat beberapa kendala baik secara teknis maupun non teknis. Puslit Arkenas dan Balai-Balai Arkeologi diharapkan dapat berjalan bersama dengan menyusun strategi pengembangan ejurnal menuju akreditasi nasional dalam waktu dekat dan menuju jurnal Internasional dalam jangka panjang. Kontribusi tertinggi lembaga riset nasional kepada bangsa adalah dengan memiliki hasil-hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang diakui oleh salah satu dari dua lembaga pengindeks Internasional bereputasi tinggi, yaitu Thomson Reuters/Web of Sciene dan Scopus.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.55-72
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.391 (DOI)

  • Article
    Select

    Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Penelitian dan Penyajian Informasi Arkeologi

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.29-42 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Penelitian dan Penyajian Informasi Arkeologi
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Sistem Informasi Geografis (SIG), Geospasial, Peneliti, Arkeologi, Kebijakan Satu Peta
    Description: Archaeology is closely associated with spatial or spatial aspects. Because the material archeological data such as artifacts, features, buildings, and sites containing the inherent spatial information in order to keep the data context. The themes of the archaeological research nowadays often reconstructing the spatial aspects of history and culture. Device Geographic Information System (GIS) is clearly greatly assist the process of archaeological research both in the field and during the process of analysis and presentation of information related to the results of the research. GIS has become the main choice for researchers to update the development of archeology that have been all-digital, practical, and effective. Although the use of GIS in archaeological research is very popular in many countries, in fact the use of GIS in archaeological research in Indonesia is still not that popular. This paper presents the use of GIS tools that allowed to be applied by archaeologists that can be adopted in the analysis and presentation of information and research results, conditions of application of GIS in the current archaeological research, as well as the constraints faced. This paper shows that recently the archaeologists in Indonesia is very enthusiactic in using the GIS for the effective spatial analysis tools. The government is also concerned about the importance of GIS in mapping the spatial data of heritage as well archaeological research locations in order to support the acceleration of One Map Policy. Ilmu arkeologi sangat erat kaitannya dengan aspek keruangan atau spasial. Karena materi data arkeologi seperti artefak, fitur, bangunan, dan situs mengandung informasi spasial yang melekat agar tidak kehilangan data konteksnya. Tema-tema penelitian arkeologi dewasa ini tidak sedikit yang bertemakan aspek spasial dalam merekonstruksi sejarah dan budaya. Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) jelas sangat membantu proses penelitian arkeologi baik di lapangan maupun saat proses analisis dan penyajian informasi terkait hasil penelitian semacam itu. SIG menjadi pilihan bagi peneliti arkeologi dalam mengikuti perkembangan dunia riset yang serba digital, praktis, dan efektif. Walaupun penggunaan perangkat SIG dalam penelitian arkeologi sangat populer di banyak negara, namun kenyataannya penggunaan perangkat SIG dalam penelitian arkeologi di Indonesia belum cukup polpuler. Penelitian ini menyajikan penggunaan perangkat SIG yang memungkinkan diterapkan oleh peneliti arkeologi yang dapat membantu dalam proses analisis dan penyajian informasi hasil penelitian, kondisi penerapan perangkat SIG di dalam penelitian arkeologi saat ini, serta kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dewasa ini perhatian peneliti arkeologi di Indonesia terhadap peran SIG cukup terbuka mengingat kebutuhan perangkat analisis spasial yang efektif. Pemerintah juga menaruh perhatian akan pentingnya SIG dalam memetakan data spasial Cagar Budaya dan Lokasi penelitian arkeologi dalam rangka mendukung percepatan kebijakan One Map Policy atau kebijakan Satu Peta.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.29-42
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.319 (DOI)

  • Article
    Select

    Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.21-32 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Arkeologi Ekologi, Buton, Lingkungan, Kesultanan, Niaga
    Description: Buton Sultanate is a prosperous maritime sultanate in its heyday. Buton Sultanate land is not very fertile and does not produce a lot of commodities, but it is quite well known because of its location in the commercial lines, so that it becomes a stopover place for passing ships. This paper provides an overview of ecological archaeology towards the triumph case of Buton Sultanate in the 17th-18th century. The research method used in this paper is literature study and review of a theory through an observation of cultural ecology and environmental determinism. The results show that the ecological aspects affect the heyday of the Buton Sultanate. Buton Sultanate does not produce a lot of major commodities, but it is successfully adapt to environmental conditions and maximize the benefits derived from the ecological aspects by applying it to the structure of Sultanate society, a commercial network, and material culture. The profits are also applied to maintain its legitimacy in the great power of hegemony in the region. Success in 'conquering' the environment makes the Buton Sultanate victorious, even the identity of 'kebutonan' still embedded in Buton society until this day. Kesultanan Buton merupakan kesultanan bercorak maritim yang cukup besar pada masa jayanya. Daratan Kesultanan Buton tidak begitu subur dan tidak banyak menghasilkan komoditi namun cukup terkenal karena lokasinya terletak di jalur niaga, sehingga menjadi lokasi singgah bagi kapal-kapal yang melintas. Penelitian ini berisi tinjauan arkeologi ekologi terhadap kasus kejayaan kesultanan Buton abad ke-17-18. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan tinjauan teori melalui tinjauan model cultural ecology dan environmental determinism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek ekologi berpengaruh terhadap kejayaan Kesultanan Buton. Kesultanan Buton tidak banyak menghasilkan komoditi utama, namun berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya dan sukses memaksimalkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari aspek ekologis. Dengan menerapkannya pada struktur masyarakat Kesultanan, jaringan perniagaan, budaya material, Kesultanan Buton mempertahankan legitimasi dalam hegemoni kekuatan besar di wilayahnya. Kesuksesan dalam ‘menaklukan’ lingkungan menjadikan Kesultanan Buton berjaya, bahkan hingga saat ini identitas ‘kebutonan’ masih melekat di dalam masyarakat Buton.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.21-32
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i1.279 (DOI)

  • Article
    Select

    Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi Cirebon: Tinjauan Bangunan Kuna

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.139-154 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi Cirebon: Tinjauan Bangunan Kuna
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Trusmi, Cirebon, Kabuyutan, Islam, Bangunan, Kuna
    Description: Ki Buyut Trusmi Complex Site is one of one hundred and twelve Kabuyutan Sites in Cirebon. The number of Kabuyutan Site in Cirebon is a phenomenon which makes the Kabuyutan Site become a feature of the development of Islam in this region. This Site is one of the largest and most important Kabuyutan in Cirebon because the large size of the complex sites, the history of its construction, along with pilgrims and an important tradition that is still preserved until now. This site has a number of relics of material objects in the form of objects and buildings that stand on the site of complex spatial patterns. This paper reviews all forms of attributes that provide evidence of the antiquity of the buildings standing on it. The research in this paper uses observation, description, and interpretation methods which is supported by bibliographical studies. The results of this paper reveals that almost all the buildings change with the addition in the structural parts of the buildings as a result of renovation, in addition to this, there are new buildings constructed to complement the facilities which support the pilgrims. This paper presents the results of antiquity identification of all existing buildings in the complex Site spatial scope which becomes a trusted reference of the characteristics of Islamic archaeological remains in Cirebon area. Kompleks Situs Ki Buyut Trusmi adalah salah satu dari 112 Situs Kabuyutan yang ada di Kabupaten Cirebon. Banyaknya Situs Kabuyutan di wilayah Cirebon merupakan sebuah fenomena yang membuat Situs Kabuyutan menjadi ciri dari perkembangan Islam di wilayah ini. Situs ini merupakan salah satu Situs Kabuyutan yang terbesar dan terpenting di Kabupaten Cirebon mengingat besarnya fisik kompleks situs, sejarah pembangunannya, serta para peziarah dan tradisi penting yang masih dipertahankan hingga saat ini. Situs ini memiliki sejumlah peninggalan objek material berupa benda dan bangunan yang berdiri di dalam pola keruangan kompleks situs. Tulisan ini meninjau segala bentuk atribut yang memberikan bukti-bukti kekunaan dari bangunan-bangunan yang berdiri di dalamnya. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode observasi lapangan, deskripsi, dan penafsiran yang didukung oleh data referensi pustaka. Hasil dari tulisan ini mengungkapkan hampir seluruh bangunan berubah dengan penambahan pada bagian-bagian struktur bangunan sebagai akibat dari renovasi, selain itu terdapat pula bangunan-bangunan baru yang dibangun untuk melengkapi fasilitas-fasilitas yang mendukung peziarah yang datang. Tulisan ini menyajikan hasil identifikasi kekunaan dari seluruh bangunan yang ada di dalam lingkup keruangan kompleks Situs yang secara umum menjadi referensi dari ciri tinggalan arkeologi Islam di wilayah Cirebon.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.139-154
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v11i2.293 (DOI)

  • Article
    Select

    Simbolisme Kompleks Bangunan Situs Ki Buyut Trusmi Cirebon

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(2), pp.175-190 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Simbolisme Kompleks Bangunan Situs Ki Buyut Trusmi Cirebon
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Situs Ki Buyut Trusmi, Cirebon, Kabuyutan, Bangunan Islam Kuna, Makam
    Description: Ki Buyut Trusmi Site is a burial site bounded by walls surrounding the complex site. In the complex area of the site, several buildings scattered in the barrier wall of the spatial division sites as many as 4 cemetery yard; West, East, Central, and North. The buildings are in the midst of hundreds of tombs in the complex area of the site. Based on the results of an overview of the physical form and position of the object of those buildings, it is understood that every buildings has its function and symbolic meaning. The position of the components of the building symbolically form a plan groove toward the main location of the most sanctified, the graves of Ki Gede Trusmi and Prince Trusmi in North yard site. Based on symbolic significance and hundred of tombs scattered in the area of the site, they are clearly show a blend of Islamic buildings affected by local culture which already existed, with the animism and Hindu-Buddhist. Those cultural blends form a pre-Islamic cultural treasures material which tangible on the architecture of the building full of symbolism outside the real Islamic law. Local culture become part of construction to the Islamization of local communities, Islam developed in the area Trusmi shows Islamic character integrative and accommodating to the local indigenous community.   Situs Ki Buyut Trusmi merupakan situs pemakaman yang dibatasi oleh tembok keliling yang mengelilingi kompleks situs. Dalam area kompleks situs, berdiri sejumlah bangunan yang tersebar dalam sekat-sekat tembok pembagian halaman situs sebanyak 4 halaman, yaitu Halaman barat, Halaman timur, Halaman tengah, dan Halaman utara. Bangunan-bangunan tersebut berdiri ditengah-tengah ratusan makam di dalam area kompleks situs. Berdasarkan hasil tinjauan terhadap bentuk fisik dan keletakan dari objek bangunan-bangunan tersebut, diketahui memiliki fungsi dan makna simbolik tersendiri. Keletakan komponen-komponen bangunannya secara simbolis membentuk denah alur menuju lokasi utama yang paling disucikan, yaitu makam Ki Gede Trusmi dan Pangeran Trusmi di Halaman utara situs. Berdasarkan makna simbolik yang ditemukan, serta ratusan makam yang tersebar di dalam area situs tampak jelas menunjukkan percampuran antara bangunan Islam yang terbawa pengaruh budaya lokal yang sebelumnya telah ada, yaitu animisme dan Hindu-Budha. Percampuran tersebut membentuk khasanah budaya materi pra Islam berujud pada arsitektur bangunan yang sarat akan simbolisme di luar syariat Islam yang sesungguhnya. Budaya lokal menjadi bagian konstruksi ke Islaman masyarakat setempat, Islam yang berkembang pada khususnya di daerah Trusmi, Cirebon menunjukkan karakter Islam yang integratif dan akomodatif terhadap paham dan kepercayaan lokal masyarakat.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(2), pp.175-190
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i2.320 (DOI)

  • Article
    Select

    Jejak Budaya Paleolitik di Pulau Seram: Kajian Migrasi Manusia Awal di Wilayah Indonesia Timur

    Nfn Jatmiko, Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.71-78 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Jejak Budaya Paleolitik di Pulau Seram: Kajian Migrasi Manusia Awal di Wilayah Indonesia Timur
    Author: Nfn Jatmiko; Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Budaya Paleolitik, Pulau Seram, Migrasi Manusia
    Description: The province of Maluku is consists of number of islands (including Seram island)  is served  as of the areas in the eastern part of Indonesia that have a key role for study of life in the past. Geographically position as the bordered area between Australia and Irian island has played a strategic role as the routes for human and faunal migration. An indication for ancient human occupation in this areas has been shwoed by the presence of cultural remains of Palaeolithic tools. Palaeolithic culture (palaeo=ancient; lithic/lithos=stone) is stone tools used by Homo erectus from the Pleistocene period. The Palaeolithic cultural remains from Seram island is very limitedly known; and the results of archaeological researches by Puslit Arkenas (National Research Centre for Archaeology) in 2012 has been found of Palaeolithic tools on this areas. This fact proves that Seram island has interesting for migration routes of human ancient occupation and their culture in the eastern part of Indonesia. Study of palaeolithic culture used by comparative-exsplorative methods (contextual) and technologic overview.  Provinsi Maluku yang terdiri beberapa kepulauan (salah satunya Pulau Seram) merupakan salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mempunyai peranan penting dalam mengungkap sejarah kehidupan masa lalu. Secara geografis, posisi keletakannya yang sangat strategis di antara Pulau Irian dan benua Australia merupakan jalur lintasan migrasi bagi manusia dan fauna. Salah satu tujuan untuk mengetahui proses kedatangan awal manusia di wilayah ini adalah melalui tinggalan budayanya, yaitu alat-alat Paleolitik. Budaya Paleolitik (paleo = tua; litik/lithos = batu) adalah perkakas dari batu yang diduga digunakan oleh manusia awal (Homo erectus) sejak munculnya di muka bumi pada Kala Pleistosen. Tinggalan budaya Paleolitik di Pulau Seram selama ini sangat jarang sekali informasinya, namun hasil penelitian yang dilakukan oleh Puslit Arkenas pada tahun 2012 telah membuktikan adanya temuan alat-alat batu tua di wilayah ini. Bukti-bukti temuan ini menunjukkan bahwa Pulau Seram mempunyai peranan yang penting sebagai jalur migrasi manusia awal dan budayanya di wilayah Indonesia Timur. Kajian budaya paleolitik ini mempergunakan metode eksploratif-komparatif (kontekstual) dan pengamatan teknologis.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.71-78
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.324 (DOI)