175 results
Sort by:
Add to the list:
    • Article
    Select

    Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.75-86 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Arah Dan Peran Penelitian, Maluku
    Description: A year has passed since the celebration of 100th years of Indonesian archaeology. On June 14th 2013, this golden moment was commemorated by institutions and individuals. The nostalgic euphoria has been transformed into the festive spirit of various events. Ranging from seminars to exhibitions. From small gatherings to the colosal stages. There is a pride that rised from the establishment of this 100th anniversary. This article tries to discuss the current situation in the Indonesian archaeology by dissect the anatomy of archaeological research in the Moluccas Archipleago. The ideas disscussed will cover the review of archaeological research in the Moluccas historically; followed by observing the recent activities  to understand the impacts of archaeological research for the region and its communities; and finally initiate the discussion on choosing the direction and the role of archaeological research for the academic and social purpose in the near future. Tak terasa hampir setahun telah dilewati sejak perayaan satu abad purbakala Nusantara. Tepat tanggal 14 Juni 2013 silam, momentum emas ini diperingati segenap insan arkeologi Indonesia. Gempita nostalgia dikemas menjadi semangat perayaan dalam berbagai kegiatan. Mulai dari seminar sampai pameran. Sekedar sukuran hingga pentas kolosal. Ada kebanggaan yang membuncah dari angka mapan usia ke-100. Kini pesta telah usai. Segalanya kembali senyap.  Rasanya tepat untuk mulai merenung. Tentang makna menjadi lembaga dengan umur yang bahkan lebih sepuh dari negara. Memikirkan kembali kiprah pun capaian. Menemukenali kekurangan dan kendala. Adakah arkeologi akan terus mengalir dengan wawasan klasik business as usual? Ataukah memilih bercermin pada jernih kondisi kekinian dan bergegas membenahi diri? Makalah ini mencoba mengamati kondisi terkini arkeologi nasional dengan membedah anatomi penelitian arkeologi di Kepulauan Maluku dalam kerangka kronologis. Alur gagasan yang dibahas mencakup tinjauan atas rekam historis penelitian yang membentuk wajah arkeologi Maluku; dilanjutkan dengan mengamati aktivitas masa kini guna melihat aktualisasi studi arkeologi bagi kemajuan wilayah dan masyarakat; serta membuka ruang diskusi tentang memilih arah dan menentukan peran penelitian arkeologi bagi tujuan akademis dan sosial di masa mendatang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(2), pp.75-86
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v11i2.288 (DOI)

    • Article
    Select

    Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Penelitian dan Penyajian Informasi Arkeologi

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.29-42 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Penelitian dan Penyajian Informasi Arkeologi
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Sistem Informasi Geografis (SIG), Geospasial, Peneliti, Arkeologi, Kebijakan Satu Peta
    Description: Archaeology is closely associated with spatial or spatial aspects. Because the material archeological data such as artifacts, features, buildings, and sites containing the inherent spatial information in order to keep the data context. The themes of the archaeological research nowadays often reconstructing the spatial aspects of history and culture. Device Geographic Information System (GIS) is clearly greatly assist the process of archaeological research both in the field and during the process of analysis and presentation of information related to the results of the research. GIS has become the main choice for researchers to update the development of archeology that have been all-digital, practical, and effective. Although the use of GIS in archaeological research is very popular in many countries, in fact the use of GIS in archaeological research in Indonesia is still not that popular. This paper presents the use of GIS tools that allowed to be applied by archaeologists that can be adopted in the analysis and presentation of information and research results, conditions of application of GIS in the current archaeological research, as well as the constraints faced. This paper shows that recently the archaeologists in Indonesia is very enthusiactic in using the GIS for the effective spatial analysis tools. The government is also concerned about the importance of GIS in mapping the spatial data of heritage as well archaeological research locations in order to support the acceleration of One Map Policy. Ilmu arkeologi sangat erat kaitannya dengan aspek keruangan atau spasial. Karena materi data arkeologi seperti artefak, fitur, bangunan, dan situs mengandung informasi spasial yang melekat agar tidak kehilangan data konteksnya. Tema-tema penelitian arkeologi dewasa ini tidak sedikit yang bertemakan aspek spasial dalam merekonstruksi sejarah dan budaya. Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) jelas sangat membantu proses penelitian arkeologi baik di lapangan maupun saat proses analisis dan penyajian informasi terkait hasil penelitian semacam itu. SIG menjadi pilihan bagi peneliti arkeologi dalam mengikuti perkembangan dunia riset yang serba digital, praktis, dan efektif. Walaupun penggunaan perangkat SIG dalam penelitian arkeologi sangat populer di banyak negara, namun kenyataannya penggunaan perangkat SIG dalam penelitian arkeologi di Indonesia belum cukup polpuler. Penelitian ini menyajikan penggunaan perangkat SIG yang memungkinkan diterapkan oleh peneliti arkeologi yang dapat membantu dalam proses analisis dan penyajian informasi hasil penelitian, kondisi penerapan perangkat SIG di dalam penelitian arkeologi saat ini, serta kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dewasa ini perhatian peneliti arkeologi di Indonesia terhadap peran SIG cukup terbuka mengingat kebutuhan perangkat analisis spasial yang efektif. Pemerintah juga menaruh perhatian akan pentingnya SIG dalam memetakan data spasial Cagar Budaya dan Lokasi penelitian arkeologi dalam rangka mendukung percepatan kebijakan One Map Policy atau kebijakan Satu Peta.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.29-42
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.319 (DOI)

    • Article
    Select

    Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi

    Muhammad Al Mujabuddawat
    Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.21-32 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi
    Author: Muhammad Al Mujabuddawat
    Subject: Arkeologi Ekologi, Buton, Lingkungan, Kesultanan, Niaga
    Description: Buton Sultanate is a prosperous maritime sultanate in its heyday. Buton Sultanate land is not very fertile and does not produce a lot of commodities, but it is quite well known because of its location in the commercial lines, so that it becomes a stopover place for passing ships. This paper provides an overview of ecological archaeology towards the triumph case of Buton Sultanate in the 17th-18th century. The research method used in this paper is literature study and review of a theory through an observation of cultural ecology and environmental determinism. The results show that the ecological aspects affect the heyday of the Buton Sultanate. Buton Sultanate does not produce a lot of major commodities, but it is successfully adapt to environmental conditions and maximize the benefits derived from the ecological aspects by applying it to the structure of Sultanate society, a commercial network, and material culture. The profits are also applied to maintain its legitimacy in the great power of hegemony in the region. Success in 'conquering' the environment makes the Buton Sultanate victorious, even the identity of 'kebutonan' still embedded in Buton society until this day. Kesultanan Buton merupakan kesultanan bercorak maritim yang cukup besar pada masa jayanya. Daratan Kesultanan Buton tidak begitu subur dan tidak banyak menghasilkan komoditi namun cukup terkenal karena lokasinya terletak di jalur niaga, sehingga menjadi lokasi singgah bagi kapal-kapal yang melintas. Penelitian ini berisi tinjauan arkeologi ekologi terhadap kasus kejayaan kesultanan Buton abad ke-17-18. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan tinjauan teori melalui tinjauan model cultural ecology dan environmental determinism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek ekologi berpengaruh terhadap kejayaan Kesultanan Buton. Kesultanan Buton tidak banyak menghasilkan komoditi utama, namun berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya dan sukses memaksimalkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari aspek ekologis. Dengan menerapkannya pada struktur masyarakat Kesultanan, jaringan perniagaan, budaya material, Kesultanan Buton mempertahankan legitimasi dalam hegemoni kekuatan besar di wilayahnya. Kesuksesan dalam ‘menaklukan’ lingkungan menjadikan Kesultanan Buton berjaya, bahkan hingga saat ini identitas ‘kebutonan’ masih melekat di dalam masyarakat Buton.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 August 2016, Vol.11(1), pp.21-32
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v11i1.279 (DOI)

    • Article
    Select

    Perkembangan Islam di Pulau Ambalau: Kajian atas Data Arkeologi dan Tradisi Makam Islam Berundak

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(1), pp.25-34 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Abstrak Kajian terhadap perkembangan Islam salah satunya menyangkut apek karakteristik Islam dapat dilihat melalui lensa arkeologi berdasarkan temuan artefak maupun fitur. Dalam aspek budaya... prasejarah hingga munculnya Islam. Dari data arkeologi dan tradisi yang masih bertahan, memberikan gambaran bahwa agama Islam berkembang dengan tetap mengakomodir kepercayaan lokal yang berbasis pada... megalitis…
    Available
    More…
    Title: Perkembangan Islam di Pulau Ambalau: Kajian atas Data Arkeologi dan Tradisi Makam Islam Berundak
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Islam, Makam Kuno, Kepercayaan, Tradisi, Lokal
    Description: Abstrak Kajian terhadap perkembangan Islam salah satunya menyangkut apek karakteristik Islam dapat dilihat melalui lensa arkeologi berdasarkan temuan artefak maupun fitur. Dalam aspek budaya material tersebut, dapat memperlihatkan perkembangan nilai budaya yang terkandung dalam konteks sistem dan transformasi nilai budaya sejak masa lampau hingga kini. Data arkeologi yang menunjukkan karakter megalitis hingga data arkeologi Islam serta tradisi keagamaan yang berlaku pada mayarakat Ambalau, memberikan gambaran tentang perkembangan religi mayarakat lokal sejak kepercayaan atau religi masa prasejarah hingga munculnya Islam. Dari data arkeologi dan tradisi yang masih bertahan, memberikan gambaran bahwa agama Islam berkembang dengan tetap mengakomodir kepercayaan lokal yang berbasis pada kepercayaan terhadap leluhur. Bentuk makam kuno berundak, adalah salah satu wujud material budaya yang menggambarkan bahwa masyarakat sangat menghormati leluhur.   Abstract The study on the development of Islam one of which involves stale Islamic characteristics can be seen through the lens based on the findings of archaeological artifacts and features. In the aspect of material culture, can show the development of cultural values   embodied in the context of the system and transformation of cultural values from the past until now. Archaeological data indicate that the data character megalitis Islamic archeology and religious traditions prevailing in society Ambalau, gives an overview of the development of local people’s religious beliefs or religious since prehistoric times until the advent of Islam. Of archaeological data and traditions still survive, giving the impression that Islam evolved with fixed accommodate local beliefs based on trust towards ancestors. The shape of an ancient tomb staircase, is one manifestation of cultural material that illustrates that the community is honoring ancestors.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.8(1), pp.25-34
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v8i1.177 (DOI)

    • Article
    Select

    Selayang Pandang tentang Tinggalan Arkeologi Kolonial dan Budaya Ikan Lompa di Negeri Haruku

    Andrew Huwae
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.117-126 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Selayang Pandang tentang Tinggalan Arkeologi Kolonial dan Budaya Ikan Lompa di Negeri Haruku
    Author: Andrew Huwae
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.6(11), pp.117-126
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v6i11.149 (DOI)

    • Article
    Select

    Arkeologi Kepulauan Tanimbar Bagian Utara: Tinjauan Potensi di Pulau Fordata dan Pulau Larat Maluku Indonesia

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.43-58 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Arkeologi Kepulauan Tanimbar Bagian Utara: Tinjauan Potensi di Pulau Fordata dan Pulau Larat Maluku Indonesia
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Tinjauan Potensi, Pulau Larat, Pulau Fordata
    Description: Tanimbar islands is one of the most southern island group in Maluku.  This area is a land bridge that connects Kei-Aru Islands and Papua with the Babar-Sermata Islands until Timor.  Directly adjacent to Australia, Tanimbar is also an area of the outer boundary of Indonesia. This area is also known for its rich variety of cultural heritage. As reflected in the academics works and diverse collection of Tanimbar material culture in various world museum.  Archaeological study have been conducted since 2006 but only covered the southern part of this archipelago. This paper is the result of the archaeological studies in the Northern Part of the Tanimbar Islands with the focus on Fordata and Larat Island. The reconaissance survey have been adopted as the approach in this research. This study found that the island of Larat and Fordata is rich with the archaeological potential and is recommended to be followed with the further research in the future. Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu gugus pulau paling selatan yang terletak di Maluku. Wilayah ini merupakan jembatan darat yang menghubungkan antara Kepulauan Kei-Aru dan Papua dengan Kepulauan Babar-Sermata hingga Timor dan Nusa Tenggara. Berbatasan langsung dengan Australia, Kepulauan Tanimbar juga merupakan kawasan tapal batas terluar Nusantara. Wilayah ini juga dikenal dengan ragam pusaka budaya yang kaya. Sebagaimana ditemukan dalam karya akademis dan ragam koleksi benda budaya Tanimbar di berbagai museum dunia. Studi arkeologi telah dilakukan sejak tahun 2006 namun hanya menjangkau wilayah bagian selatan dan tenggara kepulauan ini. Makalah ini merupakan hasil studi arkeologis untuk wilayah Tanimbar Bagian Utara dengan perhatian pada Pulau Fordata dan Pulau Larat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei penjajakan. Hasil penelitian menemukan bahwa Pulau Fordata dan Pulau Larat kaya dengan potensi kepurbakalaan dan layak ditindaklanjuti dengan studi arkeologis yang lebih mendalam.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 December 2016, Vol.12(1), pp.43-58
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v12i1.318 (DOI)

    • Article
    Select

    Survei Arkeologis di Kawasan Halmahera Bagian Tengah

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(1), pp.13-28 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Survei Arkeologis di Kawasan Halmahera Bagian Tengah
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Arkeologi, Halmahera Tengah, Kawasan Karst
    Description: Halmahera is one main island in the northeast region of Wallacea. Having a uniquely environmental profile, Halmahera also serves as a home for a long cultural historical process of this region. Including for archaeological studies. Numbers of preliminary studies have been conducted to understand the dynamic of region’s culture in the past. Unfortunately, the quantity and the depth of these studies have not equivalent to the colossal potential of Halmahera’s culture history. This research is a part of the efforts to contribute in completing our knowledge on the dynamics of culture history in Halmahera. Focus of this research is to identify the archaeological potential in the geographic area of Central Halmahera. The opening of the large scale nickel mines in this region which is potentially threaten the preservation of the cultural heritage is the main consideration in chosing the research locus. Prelimenary survey has been adopted as an approach in this research. This study found that the region of Central Halmahera is a high potentially area for archaeological research according to the large coverage of the karst area in this region. Rescue and preservation action of sites in the mining area is absolutely necessary in order to maintaining the existence of all cultural heritage in the region. Halmahera merupakan salah satu daratan utama di timur laut kawasan Wallasea. Tidak hanya memiliki profil lingkungan yang khas, Halmahera juga merupakan rumah bagi proses panjang sejarah budaya kawasan. Termasuk bagi studi arkeologis. Berbagai kajian awal telah dilakukan untuk memahami dinamika budaya masa lalu di wilayah ini. Meski demikian kuantitas dan kedalamannya kiranya belum berbanding lurus dengan potensi raya sejarah budaya Halmahera sebagai sebuah kawasan. Kajian ini merupakan bagian dari upaya dalam berkontribusi melengkapi pengetahuan terkait dinamika sejarah budaya di wilayah Halmahera. Fokus penelitian diarahkan untuk menemukan segenap potensi arkeologis dalam lingkup geografis Halmahera Bagian Tengah. Pembukaan tambang nikel berskala besar di wilayah ini yang mengancam kelestarian warisan budaya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan lokus. Survei penjajakan diadopsi sebagai metode dalam kajian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa wilayah Halmahera Tengah memiliki potensi tinggi secara arkeologis mengacu pada bentang luas kawasan karst yang potensial sebagai hunian masa lalu dan segenap jejak tradisi yang masih melekat dalam keseharian masyarakat. Tindakan penyelamatan dan pelestarian atas situs-situs dalam pertambangan nikel mutlak diperlukan untuk menjaga eksistensi segenap warisan budaya dalam kawasan.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.9(1), pp.13-28
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v9i1.196 (DOI)

    • Article
    Select

    Ekspansi Kekuasaan Islam Kesultanan Ternate di Pesisir Timur Halmahera Utara

    Wuri Handoko
    Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.95-108 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Available
    More…
    Title: Ekspansi Kekuasaan Islam Kesultanan Ternate di Pesisir Timur Halmahera Utara
    Author: Wuri Handoko
    Subject: Ekspansi, Islam, Arkeologi, Sejarah, Ternate, Halmahera Utara
    Description: North Halmahera is an expansion area of Ternate Sultanate, a Muslim state in eastern Indonesia. This study focuses on archaeological evidence to explain the process and development of the influence of Islamic Ternate Sultanate in that region. Through archaeological surveys, literature studies and interviews, gathered evidence on the influence of Islam in the region, especially its relation to the political power and economic  factor of the Ternate Sultanate, as the center of Islamic power in North Maluku. The result shows that the east coast of North Halmahera, including Tobelo, Galela and Kao, is an expansion area of Ternate's Islamic rule that developed since the 16th century AD, even the evidence of the region under Ternate's rule can still be found today.   Halmahera Utara merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Ternate, sebuah kerajaan Islam di Indonesia bagian timur. Kajian ini menitikberatkan pada bukti-bukti arkeologis untuk menjelaskan proses dan perkembangan pengaruh Islam Kesultanan Ternate di wilayah tersebut. Melalui survei arkeologi, studi literatur dan wawancara, dikumpulkan bukti-bukti tentang pengaruh Islam di wilayah tersebut, terutama hubungannya dengan faktor politik kekuasaan dan ekonomi Kesultanan Ternate, sebagai pusat kekuasaan Islam di Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir timur Halmahera Utara, meliputi Tobelo, Galela dan Kao, merupakan wilayah ekspansi kekuasaan Islam Ternate yang berkembang sejak abad 16 M, bahkan bukti-bukti wilayah tersebut dibawah kekuasaan Ternate masih dapat dijumpai hingga sekarang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 July 2017, Vol.13(1), pp.95-108
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v13i1.396 (DOI)

    • Article
    Select

    Prangko di Indonesia: Kronologi dalam Tinjauan Sejarah Pos Kolonial

    Marlon Nr Ririmasse
    Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.64-79 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    Rentang panjang kekuasaan kolonial di Indonesia antara lain direfleksikan lewat berbagai hasil budaya materi dengan ciri kolonial. Arkeologi sebagai studi yang mengkaji aspekaspek masa lalu, Rentang panjang kekuasaan kolonial di Indonesia antara lain direfleksikan lewat berbagai hasil budaya materi dengan ciri kolonial. Arkeologi sebagai studi yang mengkaji aspekaspek masa lalu
    Available
    More…
    Title: Prangko di Indonesia: Kronologi dalam Tinjauan Sejarah Pos Kolonial
    Author: Marlon Nr Ririmasse
    Subject: Kolonial, Pos, Surat, Tanda Bayar, VOC, Daendels, Inggris, Hindia Belanda, Prangko
    Description: Rentang panjang kekuasaan kolonial di Indonesia antara lain direfleksikan lewat berbagai hasil budaya materi dengan ciri kolonial. Arkeologi sebagai studi yang mengkaji aspekaspek masa lalu melalui hasil budaya materi sudah melakukan berbagai kajian untuk merekonstruksi ragam aspek kehidupan masa kolonial di Indonesia. Kajian bangunan monumental seperti benteng maupun kajian keruangan seperti pola tata kota adalah aspek-aspek yang cukup medapat perhatian selama ini. Tulisan ini mencoba untuk melihat konstruksi budaya kolonial dengan sudut pandang berbeda melalui prangko sebagai artefak dalam konstruksi sejarah pos di Indonesia.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 March 2016, Vol.2(3), pp.64-79
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v2i3.38 (DOI)

    • Article
    Select

    Tradisi Megalitik dan Sistem Nilai Budaya Maluku

    Marlyn Salhuteru, Lucas Wattimena
    Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.59-76 [Peer Reviewed Journal]
    Directory of Open Access Journals (DOAJ)
    sebagai bangsa yang berbudaya, berbangsa dan bertanah air. Tradisi megalitik merupakan suatu sumberdaya budaya arkeologi yang perlu untuk dijaga, dipelihara serta dirawat. Sebab tradisi megalitik, sebagai bangsa yang berbudaya, berbangsa dan bertanah air. Tradisi megalitik merupakan suatu sumberdaya budaya arkeologi yang perlu untuk dijaga, dipelihara serta dirawat. Sebab tradisi megalitik
    Available
    More…
    Title: Tradisi Megalitik dan Sistem Nilai Budaya Maluku
    Author: Marlyn Salhuteru; Lucas Wattimena
    Subject: Sistem Nilai Budaya, Tradisi Megalitik, Masyarakat, Dan Kebudayaan
    Description: Kepulauan Maluku memiliki tinggalan arkeologis yang sangat kaya dan melimpah tersebar ke seluruk pelosok daerah di Maluku. Kekayaan sumberdaya budaya arkeologis menjadikan substansi identitas sebagai bangsa yang berbudaya, berbangsa dan bertanah air. Tradisi megalitik merupakan suatu sumberdaya budaya arkeologi yang perlu untuk dijaga, dipelihara serta dirawat. Sebab tradisi megalitik masyarakat Maluku adalah kesatuan sistem nilai budaya yang berkelanjutan (tradisi berlanjut) yang selalu terintegrasi dalam siklus masyarakat Maluku yang dahulu, sekarang maupun pada masa-masa mendatang.
    Is part of: Kapata Arkeologi, 01 April 2016, Vol.7(13), pp.59-76
    Identifier: 1858-4101 (ISSN); 2503-0876 (E-ISSN); 10.24832/kapata.v7i13.169 (DOI)